Pelibatan UMKM dalam MBG Belum Maksimal, Menteri Ungkap Kendalanya

Pedagang komoditas pangan menata pasokan di tengah tantangan penyerapan UMKM lokal dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Ilustrasi AI)

Menteri UMKM menyebut pembenahan internal BGN memengaruhi pelibatan usaha kecil dalam MBG. Survei Indef menunjukkan kemitraan masih terbatas.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mengatakan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok Makan Bergizi Gratis belum maksimal karena Badan Gizi Nasional masih memprioritaskan pembenahan sistem internal.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026, merespons survei Institute for Development of Economics and Finance atau Indef mengenai keterlibatan pelaku usaha dalam program pemerintah.

Menurut laporan Antara pada Jumat, 23 Oktober, Maman menyebut BGN sedang menata mekanisme internal setelah ditemukan indikasi pelanggaran hukum. Perluasan keterlibatan UMKM akan didorong seiring pembenahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kemitraan dalam Survei Masih Terbatas

Laporan Indef yang diterbitkan pada Oktober 2026 menunjukkan hanya 5 persen UMKM formal dan 1 persen UMKM informal yang disurvei telah bermitra atau sedang menjajaki kemitraan dengan MBG.

Survei dilakukan pada Agustus 2026. Dalam laporan itu, kategori formal ditentukan berdasarkan kepemilikan Nomor Induk Berusaha atau bentuk badan hukum.

Temuan tersebut menggambarkan keterlibatan responden pada saat survei, sehingga tidak dapat langsung dibaca sebagai persentase seluruh UMKM Indonesia yang menjadi pemasok MBG hari ini.

Indef juga mencatat 22 persen responden melaporkan penurunan kegiatan usaha akibat MBG, sedangkan 5 persen melaporkan peningkatan. Angka tersebut merupakan laporan responden dalam survei deskriptif, bukan pengukuran yang dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat.

Peran Usaha Disesuaikan dengan Kapasitas

Maman mengatakan pelibatan UMKM perlu dibedakan menurut kapasitas produksi dan modal. Pengelolaan dapur umumnya melibatkan usaha menengah, sementara usaha kecil dapat memasok hasil peternakan dan perikanan. Usaha mikro diarahkan memasok kebutuhan pangan harian.

Ia menyebut data BGN per Juli 2026 mencatat 63.189 unit usaha telah terhubung dengan ekosistem rantai pasok MBG. Pemerintah berencana memperluas partisipasi melalui penataan internal serta mekanisme pendaftaran terpadu.

Jumlah pemasok dalam data administratif BGN dan persentase kemitraan dalam survei Indef memiliki cakupan serta waktu pencatatan berbeda. Keduanya tidak bisa dibandingkan langsung untuk menyimpulkan keberhasilan atau kegagalan program.

Untuk memperluas manfaat, Indef merekomendasikan penyederhanaan prosedur pengadaan, kepastian pembayaran pemasok, dan pembiayaan berbasis kontrak. Rekomendasi tersebut menempatkan akses kemitraan sebagai pekerjaan penting agar belanja MBG menjangkau lebih banyak usaha lokal.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan