Kapolri: 92 Perkara Karhutla Naik Penyidikan, Fokus ke Korporasi

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (Istimewa)

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan 92 dari 97 laporan polisi terkait kebakaran hutan dan lahan sudah naik ke tahap penyidikan. Pengusutan kini mengerucut ke arah korporasi.

“Kita lakukan penyelidikan, dari 97 LP, menjadi 92 naik sidik. Kemudian sekarang ini sudah mengerucut pada korporasi yang sedang kita periksa,” kata Suyudi seusai agenda di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Suyudi belum menyebut nama korporasi yang sedang diperiksa. Ia berjanji hasilnya akan diumumkan setelah penetapan tersangka. “Ya tentunya sedang dalam proses penyidikan nanti, kalau sudah kita tetapkan, akan kita ekspos oleh Pak Kabareskrim,” ujarnya.

Dari 9 Menjadi 92 Perkara

Angka 92 perkara yang naik penyidikan itu melonjak dari 9 perkara sebelumnya. Polisi kini mengerucutkan pengusutan ke korporasi, sementara kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menembus 283.270.

Bacaan Lainnya

Untuk kasus perorangan, penegakan hukum hingga 13 Oktober 2026 tercatat di 12 kepolisian daerah. Jumlahnya 273 laporan polisi dengan 223 tersangka, dan lahan terbakar seluas 5.157,89 hektare.

Polda Kalimantan Barat mencatat laporan terbanyak, yakni 68. Disusul Riau 61, Sumatera Selatan 38, Kalimantan Tengah 34, Kalimantan Timur 30, Jambi 17, dan Kalimantan Selatan 15. Sisanya tersebar di Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

Asap dan Dampak Kesehatan

Di lapangan, polisi menurunkan seluruh sumber daya untuk membantu pemadaman. Operasi kewilayahan diperkuat, termasuk dengan motor trail agar petugas bisa menembus titik api yang sulit dijangkau.

Dampak asap terasa pada kesehatan warga. Pejabat yang memaparkan data kesehatan menyebut asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun.

Secara kumulatif, kasus ISPA mencapai 283.270 di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota hingga sekitar 13 Oktober 2026. Kalimantan Selatan mencatat kasus terbanyak, 74.636. Pemantauan juga mencakup pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit, ketersediaan obat, serta kapasitas puskesmas dan rumah sakit.

Asap juga melintasi batas negara. Dalam pemberitaan yang sama, kabut asap disebut menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia. Seorang pejabat menyebut Presiden memberi perhatian besar karena banyak lahan gambut sulit dipadamkan. Jarak pandang di sejumlah daerah dilaporkan menurun hingga penerbangan sempat tertunda.

Dengan perkara penyidikan yang terus bertambah, publik kini menunggu apakah arah korporasi itu berujung penetapan tersangka.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan