Ledakan SPPG Mojokerto Lukai Lima Orang

SPPG Mojokerto Puri Medali, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang meledak Kamis malam, 13 Agustus 2026. (Istimewa)

Tiga teknisi gas mengalami luka bakar serius dan dua relawan tertimpa plafon. Ledakan merusak empat ruangan serta menghentikan produksi sekitar 3.700 porsi MBG.

Ledakan yang disusul kebakaran terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Mojokerto Puri Medali, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Lima orang terluka dan atap empat ruangan ambruk.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri. Saat itu, tiga teknisi sedang memperbaiki instalasi elpiji di depan ruang pemorsian.

Satpam SPPG, Bagianto, mengatakan instalasi gas diperbaiki karena gas yang baru diisi tidak mengalir. Ia mengaku mendengar suara menyerupai kebocoran sebelum satu ledakan keras mengguncang bangunan.

Bacaan Lainnya

“Sebelum ledakan, suara gas bocor dulu, lalu meledak,” kata Bagianto, Jumat, 14 Agustus 2026.

Tiga teknisi PT Energi Alam Utama yang terluka ialah Piter, 36 tahun; Edi Suyanto, 55 tahun; dan Kwin Lan, 48 tahun. Ketiganya mengalami luka bakar serius.

Piter dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 63 persen. Satu teknisi dirawat di Rumah Sakit Islam Sakinah, sedangkan dua lainnya dibawa ke Rumah Sakit Gatoel, Kota Mojokerto.

Data mengenai persentase luka bakar Edi dan Kwin belum terkonfirmasi oleh rumah sakit. Laporan awal yang menyebut persentase luka keduanya masih bersumber dari keterangan saksi di lokasi.

Dua korban lainnya merupakan relawan SPPG, Maulin Nikmah, 35 tahun, dan Robiatul Adawyah, 33 tahun. Keduanya mengalami luka di kepala setelah tertimpa plafon ruang persiapan dan dirawat di RSI Sakinah.

Penyebab Masih Diselidiki

Sebanyak 13 orang berada di dalam bangunan saat ledakan terjadi. Mereka terdiri atas tiga teknisi, sembilan relawan bagian persiapan, dan seorang petugas keamanan.

Para relawan mulai bekerja sekitar pukul 19.30 WIB untuk menyiapkan bahan makanan. Proses memasak untuk Program Makan Bergizi Gratis biasanya dimulai pada tengah malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan penyebab pasti ledakan masih menunggu penyelidikan kepolisian.

“Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki penyebabnya. Kami hanya fokus ke evakuasi korban dan pemadaman api,” kata Rinaldi.

Kesaksian mengenai suara gas bocor belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan penyelidikan. Belum diketahui apakah ledakan bersumber dari tabung, pipa, regulator, atau bagian lain dalam instalasi gas.

Ledakan meruntuhkan atap ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan.

Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB. Kendaraan pengangkut MBG dan bagian gudang di sekitar SPPG turut terdampak.

SPPG yang dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group itu memproduksi sekitar 3.700 porsi MBG setiap hari. Kerusakan bangunan menghentikan kegiatan dapur, tetapi Badan Gizi Nasional belum menjelaskan penerima yang terdampak ataupun skema pengalihan pasokan makanan.

Status Sertifikat Laik Higiene Sanitasi SPPG Puri Medali juga belum terkonfirmasi. Sertifikat tersebut berkaitan dengan standar higiene dan sanitasi, tetapi bukan bukti kelayakan teknis instalasi gas.***

Pos terkait