“Objek ini bisa saja menyembunyikan aktivitasnya saat berada di titik terang, dan mungkin meluncurkan perangkat kecil ke arah Bumi,” tulisnya lagi.
Meski begitu, Loeb mengakui bahwa skenario alien hanyalah satu dari banyak kemungkinan. “Kita harus tetap terbuka, tapi klaim luar biasa membutuhkan bukti luar biasa,” ujarnya.
Dibantah Ilmuwan Lain
Banyak astronom menolak keras dugaan itu. Samantha Lawler dari Universitas Regina, Kanada, menilai semua data yang tersedia menunjukkan bahwa 3I/ATLAS hanyalah komet antarbintang.
“Tidak ada bukti kuat bahwa ini adalah pesawat luar angkasa tersembunyi,” ujarnya, dikutip Live Science.
Chris Lintott dari Universitas Oxford juga angkat bicara. Ia menyebut teori Loeb sebagai “omong kosong yang menghina” para ilmuwan yang tengah bekerja keras mempelajari asal-usul galaksi objek ini.
NASA dan Persatuan Astronomi Internasional (IAU) telah memastikan bahwa 3I/ATLAS tidak membahayakan Bumi. Objek itu diprediksi melintas paling dekat dengan Bumi pada 19 Desember 2025, dengan jarak sekitar 268 juta kilometer.
“Sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegas NASA dalam pernyataannya.
Meski perdebatan soal 3I/ATLAS masih terus berlangsung, mayoritas ilmuwan sepakat bahwa pengamatan terhadap objek ini penting. Selain berpotensi mengungkap asal-usul komet antarbintang, benda ini juga bisa memperluas pemahaman manusia tentang ruang antarbintang.
“Ini kesempatan emas untuk mempelajari benda dari luar Tata Surya,” tulis laporan NASA. “Dan sejauh ini, tidak ada yang mengindikasikan bahwa kita harus khawatir.”***





