Objek antarbintang 3I/ATLAS memicu perdebatan sengit di kalangan ilmuwan: alien atau komet biasa? Satu pihak memperingatkan potensi ancaman, sementara mayoritas ilmuwan menepis teori konspirasi.
__________
Objek antarbintang bernama 3I/ATLAS yang melesat ke arah Tata Surya menuai kontroversi. Sebagian peneliti menduga benda itu adalah pesawat luar angkasa alien yang menyamar sebagai komet.
Namun, komunitas ilmiah arus utama menyebut tudingan tersebut sebagai spekulasi liar tanpa dasar ilmiah.
3I/ATLAS pertama kali terdeteksi pada 1 Juli 2025 oleh teleskop ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Río Hurtado, Chili. Saat ditemukan, benda ini berada sekitar 4,5 AU dari Matahari, dengan kecepatan mencengangkan: 210.000 kilometer per jam.
Teori mencengangkan datang dari astrofisikawan Harvard, Avi Loeb. Dalam makalahnya di situs arXiv pada 16 Juli 2025, ia menduga 3I/ATLAS mungkin merupakan teknologi alien, bukan komet biasa.
Bersama tim dari Initiative for Interstellar Studies di London, Loeb menggarisbawahi sejumlah kejanggalan—terutama lintasan hiperbolik yang tak biasa dan kecepatan lebih tinggi dari dua objek antarbintang sebelumnya, ‘Oumuamua (2017) dan komet Borisov (2019).
“Objek ini datang dari arah tak lazim dan melewati wilayah Tata Surya bagian dalam dengan sudut yang memberikan keuntungan taktis bagi kecerdasan luar angkasa,” tulis Loeb dalam blognya di Medium, dikutip Senin, 28 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa perihelion 3I/ATLAS—titik terdekatnya dengan Matahari—jatuh pada 29 Oktober 2025, dan posisinya saat itu berada di sisi berlawanan dari Bumi, menyulitkan pengamatan optik dari permukaan.





