Presiden Prabowo Subianto menyebut praktik penyelundupan komoditas dan barang bersubsidi mengancam perekonomian nasional. Tindakan ini disamakan dengan upaya membunuh bangsa dari dalam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah harus segera menghentikan praktik penyelundupan karena menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Hal ini ia sampaikan saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut dia, praktik ilegal tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan industri dan fondasi perekonomian nasional. Prabowo menilai pembiaran terhadap penyelundupan sama dengan membiarkan negara hancur.
“Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita,” kata Prabowo, dikutip dari siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ancaman Barang Subsidi dan SDA
Ihwal sasaran penyelundupan, Prabowo menyoroti mengalirnya berbagai komoditas strategis secara ilegal ke luar. Komoditas tersebut meliputi hasil sumber daya alam hingga barang-barang yang selama ini mendapat subsidi dari pemerintah.
“Timah kita diselundupkan, emas kita diselundupkan, batu bara kita diselundupkan, kayu kita diselundupkan, BBM kita yang kita subsidi diselundupkan, pupuk kita yang disubsidi diselundupkan,” ujarnya menegaskan.
Selain itu, masuknya barang selundupan dari luar negeri juga membawa dampak destruktif. Ia menyebut penyelundupan narkotika serta barang-barang yang dapat membuat pabrik di dalam negeri gulung tikar karena kalah bersaing.
Menolak Sistem yang Membiarkan Penipuan
Sebelumnya, Prabowo mengingatkan agar pemerintah tidak lagi bersikap naif dalam menghadapi persoalan yang terus menggerus keuangan negara. Pemerintah harus berani mengambil keputusan tegas demi menyelamatkan kekayaan bangsa, meski akan timbul kesulitan.
Walaupun langkah penertiban ini berpotensi memunculkan perlawanan, ia menegaskan pentingnya mengubah kelonggaran pengawasan. Ia mempertanyakan sistem yang seolah membiarkan penipuan terus berjalan.
“Bagaimana bisa ada yang mengatakan bahwa sistem yang mengizinkan penyelundupan jalan terus boleh kita pertahankan?” kata Prabowo.
Menyelamatkan Darah Perekonomian
Hingga pidatonya berakhir, presiden tidak merinci secara spesifik angka kerugian negara akibat penyelundupan tersebut. Ia juga belum memaparkan langkah penindakan hukum atau kebijakan spesifik yang akan segera ditempuh oleh kabinetnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa menjaga sumber daya alam adalah syarat mutlak keselamatan negara karena nilainya yang sangat vital.
“Kita harus menyelamatkan kekayaan kita, sumber daya alam kita. Itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” ujar Prabowo.***





