Menpora Dito Ariotedjo: Muda, Kaya Raya, dan Hadiah dari Orang Tua

Sebelum dilantik sebagai Menpora, Dito menjabat sebagai Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi pemuda yang berada di bawah partai Golkar. Pria 32 tahun itu juga merupakan pengusaha yang bekerja sama dengan Raffi Ahmad dan CEO Prestige Motor untuk membentuk Rans Sport pada tahun 2021.

Dito juga aktif di bidang olahraga. Ia pernah pernah menjadi Chef de Mission kontingen Indonesia ke Youth Olympic 2018 Argentina. Dito juga pernah menjadi pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DKI Jakarta. Sejak April 2022, Dito masuk ke dalam jajaran tim ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia.

Ketika dilantik sebagai Menpora, Dito masih menjabat sebagai Chairman Rans Nusantara FC yang berlaga di Liga 1 2022-2023 dan bagian dari Rans PIK Basketball di Indonesia Basketball League (IBL).

Bacaan Lainnya

Baru sekitar 3 bulan menjabat, Dito ‘kesandung’ perkara. Namanya disebut-sebut oleh Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan, salah satu terdakwa kasus korupsi BTS Kemenkominfo, telah menerima uang Rp27 miliar.

Sebagai informasi, Irwan ditetapkan menjadi terdakwa dalam kasus BTS Kemenkominfo bersama dengan mantan Menteri Kominfo Johnny G. Plate dan sejumlah terdakwa lainnya. Kerugian negara dalam kasus korupsi BTS diperkirakan mencapai Rp8 triliun. Irwan didakwa ikut diperkaya sebanyak Rp119 miliar dari proyek ini.

Menurut keterangan penyidik Kejagung RI, Irwan mengaku pernah mengumpulkan duit dari para vendor yang mengerjakan proyek BTS. Duit yang dikumpulkan itu mencapai Rp243 miliar. Uang tersebut, menurut Irwan, diberikan untuk meredam proses hukum di Kejagung yang pada saat itu tengah menyelidiki kasus korupsi ini.

Dari pengakuan Irwan itulah muncul dugaan aliran dana Rp27 miliar kepada Dito. Irwan mengaku memberikan Rp 27 miliar kepada Dito pada November-Desember 2022 untuk meredam pengusutan perkara proyek ini oleh Kejagung RI.

Kata Irwan, sebagaimana ditirukan penyidik, uang untuk Dito diserahkan dalam pecahan dolar Amerika Serikat. Duit tersebut diserahkan dua kali ke rumah Dito Ariotedjo, di Jl. Denpasar, Jakarta Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *