Jejak Emas Lulusan MANPK di Tubuh TNI-Polri: Memadukan Spiritualitas dan Pertahanan Negara

Para alumni MANPK yang mendarmabaktikan diri di TNI dan Polri. (Kolase Istimewa) 

Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) tak hanya mencetak ulama. Sederet alumninya menorehkan prestasi gemilang sebagai perwira di tubuh TNI dan Polri, membuktikan bekal agama memperkokoh dedikasi dan cinta pada Tanah Air.

Selama ini, publik kerap mengidentikkan madrasah semata-mata sebagai kawah candradimuka bagi calon kiai, ulama, atau cendekiawan muslim. Namun, narasi itu nyatanya berkembang jauh lebih luas. Dari balik bilik-bilik asrama madrasah, lahir para perwira tangguh yang kini memegang kendali strategis, menorehkan prestasi akademik, hingga meraih penghargaan internasional di institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Mereka lahir dari rahim Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK), sebuah program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia yang memadukan kurikulum keislaman intensif—layaknya pesantren—dengan keilmuan modern. Program ini secara khusus dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai tafsir, hadis, dan bahasa asing, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang paripurna. Terbukti, perpaduan kecerdasan spiritual dan intelektual ini menjadi fondasi yang kokoh saat para alumninya memilih jalan pedang sebagai penjaga kedaulatan negara.

Berikut adalah jejak emas enam perwira TNI dan Polri yang lahir dari tempaan pendidikan MANPK:

Bacaan Lainnya

Kolonel Sus Dr. H. Muttaqin, M.Ag.: Sang Penjaga Mental Dirgantara

Di matra udara, rekam jejak militer dan akademik yang cemerlang ditorehkan oleh Kolonel Sus Dr. H. Muttaqin, M.Ag. Lulusan MANPK Koto Baru (kini MAN 2 Kota Padang Panjang) ini mengemban amanah strategis sebagai Sekretaris Dinas Pembinaan Mental dan Ideologi TNI Angkatan Udara (Sesdisbintalidau). Ia memikul tanggung jawab besar mengawal kesiapan mental, ideologi, dan kerohanian prajurit penjaga dirgantara.

Kiprahnya tidak berhenti di medan tugas. Pada Mei 2025, ia membuktikan bahwa prajurit sejati tak pernah berhenti belajar dengan meraih gelar Doktor Terbaik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Ia merampungkan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dalam waktu tiga tahun dengan IPK nyaris sempurna, 3,93. Disertasinya yang membedah manajemen pembinaan karier rohaniwan Islam TNI mendapat apresiasi tinggi karena memberi kontribusi langsung pada kesiapan operasi prajurit di Markas Besar TNI.

Kapten Sus Hendro Susilo, B.A., M.A.: Kampiun Intelijen Udara di Kancah Global

Masih dari matra bersayap, prestasi gemilang di kancah global datang dari Kapten Sus Hendro Susilo, B.A., M.A. Lulusan MANPK Solo yang menjabat sebagai Kepala Intelijen (Kaintel) Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, ini mengharumkan nama bangsa di Amerika Serikat. Pada 2025, ia merebut Wingman Award di ajang International Intelligence Application Officers and ISR Operations Course di Goodfellow Air Force Base, Texas.

Penghargaan internasional ini ia raih setelah menyisihkan belasan perwira dari 10 negara di kawasan Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Indo-Pasifik. Tim instruktur dan rekan sesama peserta mendaulatnya sebagai peserta terbaik berkat kemampuannya menjalin sinergi multinasional dan membangun kerja sama tim dalam analisis intelijen. Di sela-sela ketajaman intelijennya, ia juga merakyat di Sumatera Selatan dengan mengawal turnamen olahraga kepemudaan hingga menyeleksi prajurit baru.

Kapten Laut Rosikin: Sang Pengawal Samudra dari Teluk Tomini

Bergeser dari penjaga cakrawala menuju pengawal samudra, jejak alumni MANPK Solo juga terukir melalui dedikasi Kapten Laut Rosikin. Perwira TNI Angkatan Laut ini mencatatkan namanya saat memegang komando sebagai Komandan Kapal Angkatan Laut (Dankal) Limboto di bawah jajaran Lanal Gorontalo.

Di atas gelombang Teluk Tomini hingga Laut Sulawesi, ia menjaga keamanan perairan sekaligus merajut ikatan sosial dengan masyarakat bahari setempat. Ia kerap mewakili komando dalam agenda strategis di wilayah Korem 133/Nani Wartabone, membuktikan bahwa ketegasan operasional militer matra laut bisa berjalan beriringan dengan sinergi lintas matra dan pendekatan humanis di daerah binaan.

Kolonel Sus H. Rijal Kani, S.Ag.: Dari Urusan Haji hingga Sinergi Kewilayahan

Jejak kepemimpinan matang juga muncul dari perwira menengah korps Khusus TNI AU, Kolonel Sus H. Rijal Kani, S.Ag. Berangkat dari MANPK Koto Baru Padang Panjang, ia banyak mengabdikan diri pada pembinaan mental prajurit dan penugasan krusial dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Ia tercatat pernah menjabat Wakil Kepala Sektor Airport Jeddah dan Kasie Linjam Daker Makkah.

Memasuki masa pengabdian yang baru, kepemimpinannya tetap diandalkan di sektor korporasi sebagai Manajer di PT Agrinas Palma Nusantara. Ia memimpin jalannya sinergi kewilayahan, merawat komunikasi sosial, dan memotori koordinasi keamanan bersama aparat Kodim 0209/Labuhanbatu di Sumatera Utara.

AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P.: Ketajaman Intelijen Sang Pemegang Komando

Di institusi Bhayangkara, lulusan MANPK turut mengambil peran sentral dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat. AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., alumnus MANPK Koto Baru Padang Panjang, kini memegang tongkat komando sebagai Kapolres Kaur di jajaran Polda Bengkulu.

Mengantongi pengalaman panjang di bidang intelijen saat menjabat Kasat Intelkam hingga Wakapolres Sintang di Kalimantan Barat, perwira lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini menggabungkan ketajaman analisis keamanan dengan ilmu administrasi publik. Latar belakang pendidikannya menguatkan visi strategisnya dalam merawat keamanan dan melayani masyarakat di ujung selatan Provinsi Bengkulu.

M. Ali Munif, S.Ag., M.M.: Bhayangkara Pencegah Kerusakan Generasi Muda

Semangat merawat peradaban dan mencegah kerusakan generasi muda diemban oleh M. Ali Munif, S.Ag., M.M., personel kepolisian lulusan MANPK Solo. Bertugas sebagai Kaurren Subbagrenmin di Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY, ia memadukan tugas manajerial administrasi dengan aksi langsung di lapangan.

Ia tidak hanya menyusun perencanaan strategis kepolisian, tetapi aktif turun ke akar rumput. Berdiri di depan para pelajar pada masa pengenalan lingkungan sekolah, ia gigih menanamkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan psikotropika, pencegahan penyakit masyarakat, hingga ancaman judi online yang kian marak.

Bakti Tak Kenal Henti untuk Ibu Pertiwi

Jejak panjang para perwira ini pada akhirnya menghancurkan sekat maya yang selama ini seolah memisahkan antara pendidikan ilmu agama dan pengabdian militer. Mereka membuktikan bahwa mengenakan seragam loreng atau cokelat sama mulianya dengan mengenakan jubah keulamaan. Dari lorong-lorong asrama madrasah, mereka berangkat membawa nilai-nilai suci; di medan tugas, mereka memanifestasikan nilai-nilai itu menjadi perlindungan nyata dan bakti yang tak kenal henti untuk Ibu Pertiwi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan