Prototipe baterai AluBayu memanfaatkan aluminium lokal, air laut, dan sabut kelapa. Pertamina mendukung pengembangannya, tetapi daya tahan masih perlu ditingkatkan.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan prototipe baterai isi ulang aluminium-udara berbasis air bernama AluBayu. Riset yang didanai PT Pertamina (Persero) ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi, termasuk perangkat penunjang darurat.
Tim Laboratorium Elektrokimia dan Korosi, Departemen Teknik Kimia ITS, telah mempresentasikan dan mendemonstrasikan purwarupa tersebut di Surabaya pada Kamis, 10 September 2026.
Perwakilan bidang inovasi teknologi hilir dan energi baru Pertamina, Haryo Satriya, menilai penggunaan bahan baku lokal dan bobot yang ringan membuka peluang pemanfaatan AluBayu.
“Dengan keunggulannya yang ringan dan berbasis bahan baku ramah lingkungan, AluBayu sangat potensial untuk diaplikasikan pada perangkat penunjang darurat,” kata Haryo dalam keterangan ITS.
Namun, Haryo menyebut daya tahan baterai masih menjadi salah satu aspek yang perlu dikembangkan sebelum teknologi tersebut memasuki tahap hilirisasi.
Memanfaatkan Dua Jenis Elektrolit
Ketua tim peneliti Heru Setyawan menjelaskan bahwa AluBayu menggunakan sistem dua hidrogel yang memisahkan elektrolit pada anoda atau kutub negatif dan katoda atau kutub positif.
“Pemanfaatan dua jenis elektrolit yang berbeda itu berfungsi dalam mengoptimalkan reaksi kimia antara logam aluminium dan oksigen udara,” kata Heru.
Komponennya mencakup anoda aluminium, elektrolit gel polimer berbahan sabut kelapa, serta elektrolit cair yang memanfaatkan natrium klorida dari air laut. Adapun komponen katodanya menggunakan nikel dan besi.
Menurut keterangan ITS, satu modul prototipe terdiri atas 20 sel. Ukuran yang disebutkan adalah 4 × 6 sentimeter dengan bobot sekitar 20,2 gram.
Modul tersebut dilaporkan menghasilkan tegangan nominal sekitar 11,6 volt dan arus sekitar 0,15 miliampere. Angka miliampere menunjukkan arus listrik, sehingga tidak dapat disebut sebagai nilai daya.
Pertamina Akan Mengkaji Purwarupa
Wakil Rektor ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian Agus Muhamad Hatta menilai pemanfaatan air laut dan aluminium lokal berpotensi mendukung kebutuhan energi masyarakat pesisir serta wilayah terluar.
Meski demikian, pemanfaatan tersebut masih merupakan arah pengembangan. AluBayu masih berada pada tahap prototipe, sementara Pertamina akan melakukan kajian lanjutan terhadap kinerja dan rencana pengembangannya.
“Prototipe yang ada akan kita bawa ke Jakarta untuk ditelaah dan dikaji lebih lanjut bersama arah kebijakan manajemen perusahaan,” kata Haryo.***





