SURABAYA – Setiap bulan Agustus banyak masyarakat baik di lingkungan rumah dan kantor menyelenggarakan beragam lomba untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Hampir semua lomba yang diselenggarakan tidak jauh berbeda antara satu daerah dengan yang lainnya. Mungkin perbedaan terletak pada nama lomba tersebut, namun pelaksanaannya yang sama.
Tahukah Anda bahwa ternyata lomba yang sering kita lakukan seperti panjat pinang, makan kerupuk , balap karung hingga egrang memiliki makna tersendiri. Sejak zaman kolonial belanda, lomba-lomba tersebut bukan tanpa alasan digelar, lomba tersebut nyatanya memiliki makna yang mendalam. Apa saja sih makna di balik beragam lomba tradisional tersebut?
Menurut data yang dirilis oleh pemprov Jawa Timur seperti dikutip melalui akun Instagram @jatimpemprov berikut makna lomba tradisional :
1. Makan Kerupuk
Lomba makan kerupuk adalah salah satu lomba yang paling umum diadakan di Jawa Timur. Pertama kali digelar pada tahun 1950, lomba ini memiliki makna yang mendalam. Pada era 1930-1940, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang parah, membuat kerupuk menjadi makanan yang sangat populer di kalangan rakyat kecil karena harganya yang terjangkau. Lomba ini melambangkan kesetaraan dan mengenang masa-masa sulit ketika pangan menjadi isu besar.
2. Panjat Pinang
Panjat pinang, yang dikenal dengan nama de klimmast pada masa penjajahan Belanda, awalnya diadakan untuk merayakan hari lahir Ratu Belanda. Masyarakat pribumi harus memanjat pohon pinang yang licin untuk meraih hadiah berupa bahan pokok, sementara penjajah hanya menonton. Walaupun perlombaan ini mencerminkan ketidakadilan, ia kini melambangkan semangat kerja sama, tekad, dan pantang menyerah.
3. Balap Karung
Balap karung merupakan simbol pengingat kehidupan sulit pada masa penjajahan Belanda. Pada waktu itu, karung goni digunakan sebagai pakaian karena keterbatasan bahan sandang. Lomba ini mengingatkan kita pada perjuangan rakyat Indonesia dan kesulitan yang mereka hadapi, serta bagaimana mereka beradaptasi dengan keterbatasan.
4. Tarik Tambang
Tarik tambang adalah lomba yang sudah menjadi tradisi dalam perayaan kemerdekaan sejak tahun 1950-an. Lomba ini melambangkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kegigihan bangsa Indonesia. Selain sebagai hiburan, tarik tambang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dan semangat kolektivitas dalam mencapai tujuan bersama.
5. Egrang
Egrang adalah permainan tradisional yang melibatkan dua tongkat bambu panjang dengan pijakan kaki. Lomba ini, yang sederhana namun menantang, awalnya diadakan sebagai bentuk olok-olok terhadap penjajah Belanda yang bertubuh tinggi. Egrang menjadi simbol kreativitas rakyat dalam menghadapi penjajahan dengan cara yang penuh semangat dan keceriaan.*





