Lembaga pendidikan Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB), yang berpusat di Pesantren Majma’al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, resmi menutup kegiatan belajar-mengajar untuk tahun ajaran 1445 H/2024 M – 1446 H/2025 M pada Senin, 25 Sya’ban 1446 H/24 Februari 2025 M lalu.
Acara penutupan tersebut, yang dikenal dengan nama Tahtim, dipenuhi dengan berbagai kegiatan kreatif dari para siswa, mulai dari tingkat Paud hingga Bustanuts Tsalits (setara SMA).
Kegiatan ini bukan hanya sekedar penutupan tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk melatih para siswa dalam menampilkan bakat dan meningkatkan rasa percaya diri.
Melalui serangkaian penampilan yang telah dipersiapkan dengan baik, para siswa dilatih untuk memperlihatkan kreativitas, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab tinggi. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk membangun keterampilan dalam berorganisasi di kalangan murid-murid THGB.
Ketua THGB, Ibu Nyai Shofwatul Ummah, menekankan pentingnya pendidikan karakter dan adab yang baik, dengan mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, “Al Waaladu Tsamrotul Qolbi” yang berarti anak itu adalah buah hati. Ia mengingatkan agar setiap orangtua yakin bahwa anak mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, dengan memiliki qolbin salim dan abdan syakuro. “Anak yang dewasa juga harus terus Tholabul Ilmi dimanapun kita berada sampai kapanpun,” tambah Ibu Nyai Shofwatul Ummah melansir laman OPSHID Media, Rabu, 5 Maret 2025.
Acara ini juga menjadi ajang bagi semua murid dan alumnus THGB yang tergabung dalam organisasi Al Ikhwan untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan terkait cinta tanah air. Pendidikan Chubbul Wathon, yang mengajarkan cinta terhadap tanah air, sangat erat kaitannya dengan iman dan merupakan bentuk syukur kepada Sang Pencipta. Ibu Nyai Shof menegaskan, “Qoola Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wassallam: Mana khala walidun waladahu afdholu min adabin khasansin, tidak ada warisan bagi orang tua kepada anaknya yang paling utama melainkan dari warisan adab yang baik.”
Pada puncak acara, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menyampaikan pesan penting dengan mengutip ayat dalam Surat Luqman, “Usykuri waliwalidaika” yang mengajarkan pentingnya bersyukur kepada kedua orangtua, baik ayah dan ibu biologis maupun guru sebagai orangtua ilmu. Menurut beliau, setiap individu yang menuntut ilmu wajib menghormati dan menghargai kedua bapak-ibu tersebut. Syekh menambahkan bahwa, “Taatlah kepada bapak guru, ibu guru sebagaimana kamu mencintai kedua orang tuamu.”
Sebagai tanda dimulainya libur panjang di THGB, para siswa yang berasal dari berbagai daerah mulai meninggalkan Pesantren satu per satu untuk bertemu keluarga dan menikmati masa libur. Diharapkan, selama liburan ini, para siswa dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, khususnya mengenai pentingnya adab yang baik, atau adabin chasanin, yang menjadi salah satu nilai utama yang diajarkan di THGB.***





