Musisi Masuk Dapur Pertahanan, Noe Letto Jadi Tenaga Ahli DPN

Noe Letto dilantik menjadi staf ahli Kementerian Pertahanan, Kamis (15/1/2026). — Tangkapan Layar YouTube Kemhan RI.
Noe Letto dilantik Menhan sebagai tenaga ahli DPN, memicu debat soal peran musisi di pertahanan.

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto resmi dilantik sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kompleks Kementerian Pertahanan, Kamis (15/1/2026).

Putra sulung budayawan Emha Ainun Nadjib itu ditempatkan pada kedeputian bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi. Penunjukan ini langsung memantik diskusi publik soal relevansi latar belakang seorang musisi di jantung kebijakan pertahanan.

Latar Akademik dan Cara Berpikir

Noe merupakan lulusan University of Alberta, Kanada, dengan gelar Bachelor of Science di bidang Matematika dan Fisika. Dua disiplin ini dikenal menuntut nalar logika, pemodelan, dan pemecahan masalah yang sistematis.

Seorang pengamat kebijakan publik menilai latar lintas disiplin Noe—seni, sains, dan budaya—memberinya sudut pandang berbeda dari birokrat atau militer konvensional. Perspektif ini dinilai relevan dalam membaca ancaman non-tradisional yang kian kompleks.

Bacaan Lainnya
Fokus AI dan Kedaulatan Digital

Di luar musik, Noe dikenal aktif di bidang komputasi dan kecerdasan artifisial. Ia kerap berbicara soal kedaulatan data, etika teknologi, hingga dampak AI terhadap masyarakat.

“Sekarang lagi intens di AI karena punya potensi membantu banyak orang dalam berbagai hal,” kata Noe dalam wawancara dengan RRI Pro 1 Jakarta, Rabu, 3 Januari 2024.

Ia tercatat mengembangkan platform pemilu berbasis AI, Podium2024.co.id, untuk membantu pemilih memahami program calon secara rasional. Pada 2020, Noe juga menggagas Symbolic ID, media sosial berbasis literasi dan ruang belajar bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar