Proyek pusat data memperbesar kapasitas Indonesia melayani komputasi awan dan AI. Pemerintah menyiapkan konektivitas agar investasi menopang ekonomi digital.
Ekspansi pusat data di Jawa Barat dan Batam membuka peluang Indonesia memperkuat perannya dalam ekonomi digital kawasan, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan menilai pertumbuhan fasilitas tersebut penting untuk menopang transformasi digital nasional.
“Pusat data menjadi salah satu fondasi penting karena berbagai sektor semakin bergantung pada infrastruktur digital yang aman dan tangguh,” kata Denny kepada wartawan, Jumat, 23 Oktober 2026.
Pemerintah tengah menyusun peta jalan pusat data dan kabel laut. Pengembangan beberapa gerbang internasional disiapkan agar konektivitas Indonesia memiliki lebih banyak jalur alternatif.
Rencana itu mencakup perluasan pengembangan pusat data ke daerah serta pemanfaatan bersama infrastruktur pendaratan kabel laut untuk memperkuat keandalan jaringan.
Jawa Barat Menampung Ekspansi Berkapasitas Besar
Digital Edge mengumumkan investasi USD4,5 miliar untuk membangun CGK Campus di kawasan industri GIIC, Bekasi. Kapasitasnya dirancang mencapai 500 megawatt ketika seluruh tahap selesai.
Kampus tersebut memiliki ruang pengembangan hingga 1 gigawatt. Gedung pertama dijadwalkan siap melayani pelanggan pada kuartal IV 2026, disusul dua gedung berikutnya pada 2027.
Pada Juni 2026, perusahaan mengumumkan penyelesaian struktur gedung CGK1 dan kesepakatan peningkatan pasokan listrik dengan PLN menjadi 1,45 gigawatt.
Princeton Digital Group juga mengembangkan kampus JC4 dengan kapasitas rencana 240 megawatt. Lokasinya berada di kawasan GIIC, berdekatan dengan fasilitas JC3 yang telah beroperasi.
Di Cikarang, EDGNEX mengumumkan investasi USD2,3 miliar untuk pengembangan pusat data di lahan 12 hektare. Proyek direncanakan berjalan bertahap hingga 2028.
“Data center adalah bagian dari tulang punggung transformasi digital Indonesia,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam pernyataan mengenai investasi tersebut.
Ekspansi itu melengkapi fasilitas yang sudah tersedia. Saat meresmikan JK6 pada Juni 2025, DCI Indonesia menyatakan total kapasitasnya mencapai 119 megawatt.
DCI juga mengoperasikan fasilitas E1 di Jakarta untuk melayani kebutuhan pengguna di kawasan pusat bisnis.
Batam Menguatkan Posisi dalam Jaringan Regional
Di Batam, Telkom melalui NeutraDC Nxera Batam menyiapkan gedung pertama, BTM-1. Perusahaan menyatakan seluruh kapasitasnya telah memperoleh mitra sebelum jadwal operasi pada 2026.
Salah satu mitranya adalah Gorilla Technology, yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendukung infrastruktur AI dan layanan digital di kawasan Asia.
“Batam merupakan lokasi yang sangat potensial dengan dukungan konektivitas internasional yang kuat, kedekatan dengan pusat ekonomi regional,
serta lingkungan investasi yang terus berkembang,” kata CEO NeutraDC Nxera Batam Indrama YM Purba.
Pengembang lain, DayOne, menandatangani perjanjian penyediaan listrik sekitar 450 megawatt dengan PLN Batam untuk mendukung pengembangan pusat data di Kabil.
Di Nongsa, PT Equator Gate System Batam menyiapkan proyek pusat data AI dengan nilai investasi yang diumumkan mencapai USD5 miliar di lahan sekitar 30 hektare.
Rangkaian proyek tersebut memperbesar peluang Indonesia melayani kebutuhan digital domestik dan regional. Realisasinya berlangsung bertahap, mengikuti pembangunan fasilitas, listrik, dan konektivitas. ***





