Kemenag Cairkan Insentif Dosen Ma’had Aly Rp8 Juta pada November

Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren, Kementerian Agama. (Kemenag) 

Kementerian Agama akan mencairkan insentif bagi 697 dosen bukan ASN di Ma’had Aly pada akhir November 2026. Besaran bantuan ini melonjak lebih dari 200 persen menjadi Rp8 juta per orang.

Perwakilan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, memastikan insentif dosen Ma’had Aly segera cair. Pencairan untuk tenaga pendidik bukan aparatur sipil negara ini ditargetkan rampung pada akhir November 2026.

“Setiap dosen mendapat Rp8 juta, naik lebih 200 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,5 juta,” kata Basnang di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.

Lonjakan Anggaran dan Penerima

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp5,576 miliar untuk 697 dosen penerima bantuan. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Kementerian Agama hanya menyiapkan anggaran Rp1,67 miliar bagi 670 dosen pada 2025. Kebijakan baru ini sekaligus menambah kuota penerima sebanyak 27 orang.

Basnang menyebut penguatan pendidikan pesantren harus sejalan dengan kesejahteraan pengajar. “Ini bagian dari ikhtiar pemerintah memastikan pengabdian mereka mendapat perhatian layak,” ujarnya.

Dasar Hukum dan Penyaluran

Ihwal regulasi, pencairan ini merujuk pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1034 Tahun 2026. Aturan teknisnya tertuang dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 7566 Tahun 2026.

Direktur Ma’had Aly Kementerian Agama, Adib, menyatakan penyaluran insentif dilakukan secara langsung. Dana akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima sesuai aturan perundang-undangan.

Tanggung Jawab Akademik Ulama

Selain itu, Adib menilai kesejahteraan pengajar berdampak langsung pada mutu pendidikan tinggi pesantren. Dosen berperan vital menjaga kesinambungan tradisi akademik dan kaderisasi ulama.

Ma’had Aly memiliki kekhasan dalam mendalami disiplin keilmuan Islam dan pengkajian kitab kuning. Di tengah perubahan sosial, pesantren dituntut merespons zaman tanpa kehilangan identitas keilmuannya.

“Kami berharap insentif ini dapat menjadi dukungan bagi mereka untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran dan pengabdian,” kata Adib.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan