Nama Rizki Abdul Rahman Wahid mencuat usai melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya.
Nama Rizki Abdul Rahman Wahid menjadi sorotan publik setelah melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea.
Pandji dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik serta pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 300 dan 301 tentang Tindak Pidana terhadap Agama dan Kepercayaan. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Rekam Jejak di PMII
Berdasarkan penelusuran, Rizki pernah menjabat Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat dan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII periode 2020–2022.
Ia dilantik oleh Ketua Umum PB PMII saat itu, Agus Mulyono Herlambang, pada Februari 2021 di Gedung Delegasi Nusantara V, MPR RI.
Agus Mulyono Herlambang kini dikenal sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia dan sempat maju dalam kontestasi Ketua Umum PSI, bersaing dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Rizki juga tercatat pernah menjabat Ketua PKC PMII DKI Jakarta serta Direktur Eksekutif Koalisi Indonesia Anti Korupsi (Kosasi). Pada Februari 2024, ia tampil sebagai narasumber Diskusi Nasional ProGib Nusantara dengan status sebagai bagian dari PMII DKI Jakarta.
Latar Pendidikan dan Jaringan Senior
Rizki menempuh pendidikan di Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta Pusat. Ia juga merupakan alumnus Pesantren Roudlotun Nasii, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.
Dalam jejaring organisasi, Rizki disebut sebagai junior Aminuddin Ma’ruf, mantan Ketua Umum PB PMII. Aminuddin dikenal mendirikan Solidaritas Ulama Muda Indonesia (Samawi) dan aktif dalam konsolidasi relawan pendukung Jokowi.
Pada 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Aminuddin sebagai staf khusus presiden dari kalangan milenial. Ia kemudian mengundurkan diri pada 23 Oktober 2023 untuk menghindari konflik kepentingan.
Pasca pengunduran diri, Aminuddin bergabung dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo–Gibran sebagai wakil sekretaris. Ia kini menjabat Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN sekaligus Komisaris PT PLN (Persero).
Meski demikian, hingga kini tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan struktural atau instruktif antara Rizki Abdul Rahman Wahid dengan Presiden Jokowi.





