Dampak Bullying
- Kesakitan fisik dan psikologis
- Kepercayaan diri (self-esteem) yang merosot
- Malu, Trauma, merasa sendiri, serba salah
- Takut Sekolah
- Korban mengasingkan diri dari sekolah
- Menderita Ketakutan Sosial
- Timbul keinginan untuk bunuh diri dan mengalami ganggunan jiwa.
Pencegahan Oleh Masyarakat:
- Mengembangkan perilaku peduli dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan semua anak
adalah anak kita yang harus dilindungi. - Bekerjasama dengan satuan pendidikan untuk bersama-sama mengambangkan budaya anti
kekerasan. - Bersama-sama dengan satuan pendidikan melakukan pengawasan terhadap kemungkinan munculnyapraktik-praktik bullying di lingkungn sekitar satuan pendidikan
- Bersama dengan satuan pendidikan memberikan bantuan pada siswa yang menjadi korban dengan
melibatkan stakeholder terkait.
Pencegahan di Satuan Pendidikan.
- Adanya layanan pengaduan kekerasan/ media bagi
murid untuk melaporkan bullying secara aman dan
terjaga kerahasiannya. - Bekerjasama dan berkomunikasi aktif antara siswa, orang tua, dan guru (3 pilar SRA)
- Kebijakan anti bullying yang dibuat bersama dengan
siswa. - Memberikan bantuan bagi siswa yang menjadi korban.
- Pendidik dan tenaga kependidikan memberi keteladanan dengan berperilaku positif dan tanpa kekerasan.
- Program anti bullying di satuan pendidikan yang melibatkan siswa, guru, orang tua, alumni, dan
masyarakat/lingkungan sekitar satuan pendidikan - Memastikan sarana dan prasarana di satuan pendidikan tidak mendorong anak berperilaku bullying.
Pencegahan Oleh Keluarga:
- Membangun komunikasi antara anak dengan orang tua.
- Memperkuat peran orang tua dalam mencegah perundungan baik di rumah maupun di sekolah.
- Menyiapkan anak untuk menghadapi perundungan dengan berkata tidak.
- Melapor ke sekolah jika menjadi korban
- Sosialisasi dan advokasi terkait hak anak pada orang tua
- Menyelaraskan pendisiplinan tanpa merendahkan martabat anak baik di rumah maupun di sekolah.
- Memberikan pengertian kepada pelaku perundungan untuk ikut mencegah.





