Dipanah, Dikejar, Lalu Menghilang
Kemunculan makhluk-makhluk ini membuat penduduk setempat heran karena mereka tampak berbeda. Terlihat aneh. Penduduk melaporkan bahwa mereka tampak seperti sedang mencari sesuatu.
Warga pun mengepung mereka, bahkan melemparnya dengan panah. Anehnya, sebagaimana laporan warga kepada polisi, panah yang diarahkan tepat kepada makhluk-makhluk tersebut tidak bisa mencederai mereka.

Selanjutnya makhluk-makhluk asing itu dilaporkan melompat setinggi kepala dan berlari masuk ke pepohonan. Warga mengejar dan mencarinya. Namun, makhluk asing itu menghilang dan tidak bisa dilacak. Warga kebingungan, bagaimana mereka bisa menghilang, sedangkan warga sangat mengenal wilayah yang dimasuki makhluk tersebut.
Beberapa hari kemudian, warga yang menggerebek alien itu melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi yang dikepalai Alwi Alnadad. Mereka melaporkan ada beberapa makhluk aneh dengan pakaian biru tua, muncul juga di sebuah desa di selatan dari Pulau Alor. Warga juga menyebut jika makhluk tersebut memiliki jenggot.
Menculik Warga Pulau Antar
Masih belum hilang keheranan polisi ketika menerima laporan warga Pulau Alor, laporan serupa masuk juga dari Pulau Pantar, yang berada di sebelah barat Pulau Alor. Warga Pulau Pantar melaporkan bahwa mereka mendapati “manusia-manusia aneh” berjumlah 6 orang, yang muncul ketika malam malam hari tiba.
Enam “orang ajaib” itu dilaporkan masuk ke desa-desa, seperti sedang mencari sesuatu yang tidak jelas. Bahkan, salah satu makhluk ituy berani masuk ke halaman rumah hingga membuka jendela. Keberadaan orang-orang aneh yang berkeliaran itu membuat suasana desa mencekam. Penduduk Pulau Pantar mengaku tidak berani keluar rumah kala malam telah tiba.
Kemudian pada hari berikutnya, sebuah desa di sebelah timur Kota Kalabahi, Pulau Alor, digemparkan oleh sebuah kabar yang menyebut seorang warga telah diculik oleh beberapa orang tak dikenal dengan pakaian biru gelap. Namun, akhirnya warga itu dilepaskan. Dia pun dipanggil polisi untuk dimintai kesaksian.

Menurut pengakuan warga yang diculik tersebut, ketika dia baru turun dari pohon palem untuk mengambil airnya, tiba-tiba beberapa orang-orang aneh telah mengelilinginya.
Dia berusaha lari, namun salah satu dari “orang aneh” itu mengacungkan sebuah tongkat berbentuk silinder ke arahnya. Seketika itu, menurut warga tersebut, dia merasa lumpuh.
Setelah itu dia mengaku mendengar orang-orang aneh itu berbicara satu sama lain, namun dia tidak bisa memahami bahasa mereka. Salah satu makhluk tersebut menunjukkan kepadanya sebuah alat berbentuk elips mirip jam, yang bagian depannya terbuat dari bahan seperti kaca.
Warga tersebut diminta untuk melihat alat itu. Dan dia mengaku, di dalam alat itu tampak pemandangan lain, berbeda dengan pemandangan yang ada didepannya, yang terlihat dari jarak jauh. Warga itu pun berpikir hal tersebut tak masuk akal, karena di depannya saat itu hanya ada hutan dan bukit yang tinggi membentang.
Selanjutnya saksi tersebut mengaku sadar bahwa “orang-orang asing” itu ingin menjadikannya pemandu mereka. Tak lama setelah itu, dia mengaku dibebaskan oleh mereka.
Pada hari berikutnya, setelah “penculikan” warga Alor, seorang anak berusia enam tahun juga dilaporkan diculik juga oleh makhluk asing tersebut. Beberapa penduduk menemukannya di sebuah ladang dengan kondisi ketakutan dan bingung.
Anak tersebut bercerita bahwa dia dibawa oleh orang-orang aneh itu ke tengah-tengah hutan dan mengalami beberapa pemeriksaan medis. Anak ini juga mengaku diberikan suatu makanan, namun dia menolak karena makanan yang diberikan tersebut tidak mirip seperti makanan apapun yang ia kenal.





