Para peneliti telah menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menemukan kelainan irama jantung pada orang yang tampaknya sehat. Namun rompi ini belum bisa memprediksi siapa dari orang-orang yang tampak sehat tapi berisiko mengalami serangan jantung.
Setidaknya, sekitar dua juta orang Inggris mengidap gangguan irama jantung. Mereka bisa terbantu berkat penemuan alat ini. Sebab jika terlambat dalam mendiagnosa gangguan irama jantung, maka risiko kematian lebih besar.
Rompi yang didanai oleh British Heart Foundation dan sudah digunakan untuk penelitian di beberapa rumah sakit London, telah berhasil digunakan pada 800 pasien tetapi belum diuji pada semua jenis pasien jantung.
Saat ini, Rompi sedang digunakan untuk memetakan jantung orang-orang dengan kondisi genetik seperti kardiomiopati hipertrofik, yang mempengaruhi sekitar satu dari 500 orang di Inggris. Rompi ini juga bisa menunjukkan perbedaan irama jantung antara orang yang lebih muda dan lebih tua, dan ‘super-agers’ yang berhasil mencapai usia tua dengan jantung sehat.
“Rompi ini bisa cepat dan terjangkau, membantu menyelamatkan ribuan nyawa dengan mengidentifikasi orang-orang yang berisiko mengalami irama jantung yang mengancam jiwa,” kata Penemu rompi, Dr Gaby Captur, dari University College London dan Royal Free Hospital di London.

