AGAM – Korban tewas akibat letusan gunung Marapi sebanyak 23 orang pendaki. Dengan perincian, 8 pendaki belum bisa dievakuasi dari kawasan puncak, 10 jasad pendaki berhasil diidentifikasi, dan 5 jasad dalam proses identifikasi di RSUD dr. Achmad Mohctar. Demikian dikutip dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (6/12/2023).
Akun X(Twitter) juga memberi perkembangan terbaru. “5 orang MD berhasil di evakuasi Senin ( 4/12) 8 orang MD berhasil di evakuasi hari ini ( sampai pukul 18:00) 10 orang MD masih di atas ( 1 sudah proses turun),” tulis pemilik akun@pendakilawas. Informasi yang diposting Selasa (5/12/2023), mendapat ucapan duka cita. “Innalillahi wa innailaihi rojiun,” tulis pemilik akun @MasKarebet.
Pemilik akun @namikulo_parwanto mengaku sempat melihat postingan di Facebook mengenai kondisi para korban. “Tadi sempat lihat di fb ,korban yg meninggal ada yang bertumpuk berjumlah 5 orang ,mungkin maksudnya saling melindungi,” tulisnya. Proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Hingga pagi ini, Gunung Marapi tercatat sudah mengalami erupsi sebanyak 46x. Erupsi terakhir tercatat melalui seismograf pada Selasa (5/12) pukul 06.24 WIB dengan amplitudo maksimum 25.1 mm dan durasi 80 detik. Gunungapi dengan ketinggian 2.891 mdpl tersebut masih berstatus waspada atau level II.
BPBD Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar bersama tim gabungan terus memonitor perkembangan erupsi Gunung Marapi di lokasi guna melakukan tindakan cepat dalam penanganan evakuasi warga apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik yang lebih besar.





