Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur itu sebagai “salah satu peradaban tertua di dunia”. Temuan bahan karbon terbaru oleh tim peneliti memicu perdebatan antara klaim kebanggaan nasional dan tuntutan akurasi ilmiah.
Situs Megalitikum Gunung Padang kembali menjadi sorotan nasional setelah Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyebutnya sebagai “salah satu peradaban tertua di dunia”.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk Melihat Kembali Nilai-Nilai Penting Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang di Gedung A Kemdikbudristek Jakarta, 11 Februari 2025.
“Dalam beberapa publikasi yang saya baca, situs Gunung Padang salah satu yang tertua di dunia. Sudah jelas ini man-made,” ujar Fadli Zon kala itu (11/2/2025).

Penelitian dan Pemugaran
Kementerian Kebudayaan menindaklanjuti pernyataan tersebut dengan mengintensifkan penelitian dan pemugaran situs yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Ketua Tim Peneliti & Pemugaran, Ali Akbar, mengungkap pada 20 Oktober 2025 bahwa tim menemukan sejumlah “temuan dan fakta baru” berupa bahan karbon di tiap teras situs yang kini sedang diuji di laboratorium.
“Temuan dan fakta baru ini dapat diketahui setelah dilakukan uji laboratorium terhadap bahan karbon di setiap teras,” kata Ali Akbar, sebagaimana dikutip Antara pada 20 Oktober 2025.





