Ternyata Tembakau Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan, Ini Penjelasannya

Penelitian modern terus berusaha menggali manfaat dari tembakau si “emas hijau”. Ketika rokok—produk utama dari tanaman ini—terus menerus diserang oleh narasi negatif, termasuk oleh RPP Kesehatan, para ahli memutar otak agar jangan sampai banyak manfaat positif dari daun tembakau “dibunuh” oleh narasi tersebut, sehingga masyarakat harus melewatkan kesempatan untuk bisa merasakan hal-hal baik yang bisa didapat dari tembakau.

Hingga akhirnya para ahli pun menemukan manfaat luar biasa daun tembakau, yang bisa diperoleh melalui proses fitoremediasi—yaitu upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah dan masalah pencemaran lingkungan lainnya. Melalui proses ini, tanaman dapat dimanfaatkan untuk membersihkan tanah, udara, dan air yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya dan memperbaiki ekosistem yang tercemar.

Tembakau diyakini sebagai salah satu tanaman yang ideal untuk fitoremediasi karena kemampuannya dalam produksi biomassa cukup tinggi, kapasitas akumulasi logam berat di pucuk daunnya cukup tinggi, serta pertumbuhannya yang cepat.

Fitoremediasi merupakan teknik untuk memfasilitasi reklamasi tanah dan air oleh tanaman. Reklamasi tersebut dilakukan tanaman dengan cara mengakumulasi polutan pada tanaman, mengindikasikan keberadaan polutan, dan melepaskan polutan ke permukaan, baik berupa polutan organik maupun anorganik.

Logam berat yang menjadi salah satu sumber polutan anorganik bisa berasal dari pestisida dan pupuk, lumpur, gas buang kendaraan, pabrik peleburan, dan residu dari tambang tembaga. Logam-logam ini mencemari tanah karena konsentrasi yang tinggi, apalagi jika sudah tidak terpakai dan menjadi karat, sehingga memengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut juga meningkatkan tingginya laju kematian dan rusaknya lahan pertanian. Salah satu logam berat yang menjadi kontaminan paling berbahaya adalah merkuri (Hg). Merkuri merupakan senyawa non-esensial dan merupakan salah satu bahan paling berbahaya dan beracun. Merkuri juga bertanggung jawab terhadap kesehatan manusia dan ekosistem.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *