Tanah Papua Berguncang Keras, Deli Serdang Terendam, Bima Menjerit Minta Air

Petugas BPBD Kabupaten Bima melakukan droping air bersih ke tandon dan tempat penampungan air milik warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis, 16 Oktober 2025. Foto:Dok BNPB
Bencana datang silih berganti di sejumlah daerah di Tanah Air. Hanya dalam kurun waktu 24 jam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga peristiwa besar: gempa bumi dahsyat di Papua, banjir merendam ratusan rumah di Sumatera Utara, dan kekeringan parah di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Tim reaksi cepat pada tiga wilayah tersebut bergerak, sementara pemerintah daerah berjibaku menolong warga. Gempa berkekuatan magnitudo 6,6 mengguncang keras Kabupaten Sarmi, Papua, pada Kamis, 16 Oktober 2025. Pusat gempa yang berada di darat dengan kedalaman 18 km itu sontak meluluhlantakkan lima distrik sekaligus. Warga di Distrik Sarmi Kota, Sarmi Selatan, Pantai Timur Bagian Barat, Tor Atas, dan Pantai Barat merasakan betul getaran hebat tersebut.

Data sementara menunjukkan, guncangan gempa berdampak langsung pada 19 kepala keluarga. Enam di antaranya memilih mengungsi mandiri ke lokasi yang lebih aman. Peristiwa ini juga merusak puluhan bangunan. Petugas mencatat 20 rumah rusak berat dan 30 lainnya rusak ringan. Tak hanya itu, tiga gereja, dua jembatan, dua pasar, serta 13 bangunan lain ikut menjadi korban.

BPBD Kabupaten Sarmi bersama instansi terkait sigap terjun ke lokasi. Mereka segera melakukan penanganan darurat dan bersiaga mengantisipasi gempa susulan. “Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB juga sudah kami berangkatkan dini hari tadi untuk mendampingi pemda dalam melakukan kaji cepat pascagempa,” ujar Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *