Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku sejarah nasional 10 jilid era Fadli Zon pada Hari Sejarah Nasional, namun proyek ini menuai kritik sejarawan soal risiko narasi tunggal negara.
Perlu Dibaca
Tag: Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
Buku Sejarah Nasional Versi Baru Siap Rilis, Fadli Zon Soroti Kekosongan Catatan Pasca-Reformasi
Pemerintah menuntaskan penyusunan 11 jilid buku sejarah nasional versi baru yang akan rilis bulan depan; Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya pembaruan catatan sejarah Indonesia pasca-Reformasi.
Penjajahan Masih Menetap di Kepala Orang Indonesia
Menyoroti perbedaan antara penjajahan fisik dan penjajahan pikiran, serta bagaimana bentuk baru dominasi ideologis masih menguasai kesadaran bangsa Indonesia hari ini.
Keris: Teknologi, Doa, dan Tauhid dalam Satu Bilah Logam
Keris bukan benda mistik, melainkan perpaduan teknologi, doa, dan filosofi tauhid yang mencerminkan kejayaan spiritual dan intelektual Nusantara.
Zaman Penuh Cahaya Tapi Gelap: Pelajaran dari Kitab ‘Misykatul Anwar’
Kitab Misykatul Anwar karya Imam al-Ghazali menuntun manusia menemukan cahaya sejati di tengah gelapnya zaman modern — bukan dari teknologi, tapi dari hati yang bersih.
Waktunya Timur Merebut Kembali Narasinya
Sudah terlalu lama Timur dilihat lewat mata Barat. Kini saatnya kita menulis sejarah sendiri — merebut narasi, menghidupkan kembali cahaya peradaban dari Timur.
Stop Jadi Figuran, Timur Harus Menulis Ulang Dirinya Sendiri
Di era algoritma, penjajahan belum berakhir. Timur masih ditulis oleh narasi Barat. Kini saatnya menulis ulang diri sendiri—melawan orientalisme digital dengan karya dan gagasan.
Berhentilah Melihat Diri Kita Lewat Kacamata Barat!
Peradaban sains dan logika pernah berkembang di Baghdad, Bukhara, Taxila, hingga Jawa jauh sebelum Renaisans.
Saatnya Dunia Kembali Berputar dari Timur, Mari Tulis Ulang Sejarah yang Direbut Barat
Jauh sebelum Renaisans, Timur sudah lebih dulu menyalakan obor pengetahuan.
Soal Istilah “Pemerkosaan Massal 1998”, Fadli Zon Siap Debat dengan Siapa Pun Sampai Pagi
Fadli Zon bersikeras tidak mengubah pendiriannya soal isu kekerasan seksual dalam kerusuhan 1998.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









