Keselamatan petugas menjadi titik tolak ketika Surabaya menambah armada pemadam kebakaran berteknologi tinggi untuk menghadapi risiko kebakaran yang kian kompleks.
Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan satu unit mobil pemadam kebakaran Hazardous Materials (Hazmat), dua unit robot pemadam kebakaran, tiga unit mobil Compress Air Foam System (CAFS)berkapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter. Seluruh armada baru ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas pemadaman sekaligus meminimalkan risiko bagi personel di lapangan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, modernisasi armada tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah kota dalam melindungi petugas pemadam kebakaran, terutama saat menghadapi kebakaran di kawasan industri dan lokasi yang terpapar bahan kimia berbahaya.
“Kita sering berhadapan dengan kebakaran di area penuh zat kimia. Jika kondisi sudah tidak memungkinkan bagi petugas untuk masuk, maka robot akan menjadi garda terdepan,” ujar Eri, Sabtu (3/1/2025).
Eri juga menyoroti keunggulan mobil Hazmat yang dilengkapi hyperbaric chamber. Fasilitas ini memungkinkan petugas melakukan pemulihan oksigen secara cepat setelah terpapar asap dan zat kimia, sehingga risiko gangguan kesehatan dapat ditekan sejak fase pascakejadian.
“Perlindungan itu tidak hanya saat memadamkan api, tapi juga setelahnya. Mereka harus bisa kembali ke keluarga dalam keadaan selamat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa robot pemadam kebakaran dirancang untuk menggantikan peran manusia di lingkungan ekstrem. Robot yang dikendalikan jarak jauh ini mampu beroperasi di gedung tinggi, ruang bawah tanah, gudang amunisi, kilang minyak, hingga area dengan ancaman bahan kimia dan ledakan.
Robot tersebut memiliki daya jelajah hingga kemiringan 42 derajat, mampu melewati rintangan setinggi 60 sentimeter, serta menyemprotkan air atau busa hingga jarak 90 meter. Dilengkapi kamera termal, sensor gas berbahaya, dan sistem komunikasi dua arah, robot ini dapat dikendalikan hingga radius 900 meter dengan daya tahan baterai empat jam.
Adapun mobil Hazmat berfungsi ganda sebagai unit pemadam dan pusat komando bergerak. Kendaraan ini dilengkapi alat dekontaminasi, detektor gas, APD lengkap, hingga fasilitas pengisian tabung SCBA. Integrasi armada Hazmat dan teknologi robotik ini menandai standar baru mitigasi kebakaran perkotaan di Surabaya, dengan pendekatan yang lebih aman dan presisi.***





