Sepekan Megaproyek Gotong Royong OPSHID: Cirebon Tembus 50 Persen, Bojonegoro Melaju, Banten Kompak Meski Lambat

Ilustrasi. - Sora/Samudrafakta
Progres sepekan pembangunan Rumah Syukur Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM) menunjukkan warna berbeda. Cirebon menonjol di Zona 3, Bojonegoro melesat di Zona 1, sementara Banten kuat dalam gotong royong.

__________

Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Zona 3 (Jakarta, Jawa Barat, Banten) mencuri perhatian pada pekan pertama pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM).

Di Cirebon, pembangunan rumah Saepudin sudah menembus 50 persen dengan tahap pemasangan hebel. “Gotong royong, tenggang rasa, budi pekerti luhur harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Edi Rasyidi, penanggung jawab pembangunan di Cirebon, Jumat (26/9).

Jakarta Selatan, Bekasi, dan Tangerang menorehkan progres rata-rata 20 persen. Namun, titik di Jakarta Barat dan Bandung Barat masih stagnan di angka nol persen.

Bacaan Lainnya
Progres pembangunan RSLHSFM di Jakarta Timur, Jumat (26/9). – OPSHID Jaktim

Sementara itu, di Kampung Gunung Kepuh, Desa Winong, Kecamatan Mancak, Lebak, Banten, progres pembangunan baru 20 persen. Meski lambat, partisipasi warga sangat tinggi. Mereka bahu-membahu mengangkut material di medan pegunungan, bahkan anak-anak ikut membantu. Dukungan kepala desa disebut ikut memperlancar jalannya pembangunan.

 

Bojonegoro Tancap Gas di Zona 1

Dari Zona 1 (Jawa Timur–Bali), Bojonegoro tampil menonjol. Dari tiga unit rumah yang dibangun, sebagian besar sudah mencapai tahap pemasangan atap genteng hanya dalam enam hari. Padahal target resmi baru sampai tahap cor ring dan plester dinding.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *