Sederet Upaya Tanggap Darurat yang Dilakukan BNPB Pascagempa Cianjur

CIANJUR| SAMUDRA FAKTA – Pemerintah akan memberikan bantuan untuk penanganan rumah warga yang terdampak gempa bumi Cianjur. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan, pemerintah akan terus melakukan pendataan dan membangun rumah bagi warga terdampak.

“Bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat akan diganti oleh pemerintah, begitu tanggap darurat selesai masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, setelah itu baru membangun rumah-rumah masyarakat yang rusak berat,” kata Suharyanto, dilansir dari laman Setkab, Rabu (23/11).

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan penuh untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.

“Sarana-sarana lain seperti pendidikan, masjid, dan madrasah yang rusak akan dibantu oleh kementerian terkait,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kepala BNPB mengungkapkan, pihaknya menempatkan satu buah helikopter dan dana siap pakai sebesar Rp1,5 miliar serta bantuan logistik senilai Rp500 juta untuk mempercepat penanganan bencana.

“Untuk desa terisolir selain membuka jalan dari darat, juga disiapkan satu heli untuk distribusi logistik,” tuturnya.

Selain itu, BNPB juga membuka call center yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait penanganan gempa Cianjur.

“Apabila ada masyarakat yang ingin tahu kondisi keluarganya yang terkena gempa, bisa menghubungi call center 117 untuk BNPB dan nanti akan terhubung pada posko yang didirikan di Cianjur, sehingga semua informasi semua berasal dari posko,” tandasnya.

Suharyanto juga mengonfirmasi korban meninggal akibat gempa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berjumlah 268 orang.

Dari 268 orang tersebut, yang sudah teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah.

Dia mengatakan masih ada korban hilang, dan ini masih dilakukan pencarian secara terus-menerus sejumlah 151 orang.

Selain itu, korban luka-luka yang diperoleh dari data BNPB sampai Selasa sore sebanyak 1.083 orang. Kemudian untuk yang mengungsi ada sejumlah 58.362 orang.

Sementara kerugian material rumah rusak berat dapat informasi sejumlah 6.570 unit. Kemudian rumah yang rusak sedang sejumlah 2.071 unit rumah yang rusak ringan ada 12.641, sisanya semuanya masih terus dilaksanakan pendataan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *