Satu unit Rumah Syukur dibangun warga Shiddiqiyyah di Subang, sebagai bagian dari 135 rumah serupa yang dibangun serentak se-Indonesia. Kapolres langsung turun lapangan memantau, menyebut program ini nyata dan berdampak.
_______
Di salah satu sudut Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, semangat gotong royong kembali menyala. Warga Tarekat Shiddiqiyyah membangun satu unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) untuk warga kurang mampu di situ—bagian dari 135 rumah yang dibangun serentak di berbagai penjuru Indonesia.
Peletakan batu pertama, yang mereka sebut “batu syukur” digelar Rabu, 25 Juni 2025. Seremoni ini menarik perhatian jajaran pimpinan daerah.
Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, hadir bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kalijati. Dalam sambutannya, Ariek menyebut program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol nyata kepedulian sosial.
“Meski baru satu unit, dampaknya terasa. Ini bukan program seremonial—ini gotong royong yang hidup,” ujar Ariek.
Program pembangunan ini bukan satu-satunya. Sayap organisasi Shiddiqiyyah, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME), juga tengah membangun lima unit Rumah Pintar di Sukabumi. Masih satu paket dalam 135 RSKILHS tahun ini.
Kapolres berharap, RSKILHS di Subang ini bisa diresmikan serentak dengan rumah serupa yang dibangun di daerah lain di Jawa Barat, pada Agustus mendatang. Muncul juga harapan peresmian serentak itu bakal dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani alias KDM.





