Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengevaluasi kondisi fisik bangunan sekolah. Langkah ini diambil menyusul ambrolnya plafon ruang kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya, Rabu, 28 Januari 2026 lalu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, saat ini kewenangan pengelolaan fisik bangunan sekolah berada di Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Perubahan itu sejalan dengan aturan dan nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD) terbaru.
“Sekarang bukan lagi di DPRKPP, tapi melekat di Dinas Pendidikan. Itu sesuai aturan dan nomenklatur yang baru,” ujar Eri, Jumat, 30 Januari 2026.
Meski demikian, Eri mengakui Dinas Pendidikan bukan dinas teknis. Karena itu, dukungan tenaga teknis dari Dinas Cipta Karya atau DPRKPP Kota Surabaya tetap dibutuhkan, terutama untuk penanganan sarana dan prasarana sekolah.
“Teman-teman Cipta Karya saya minta turun. Akan ada satgas yang khusus menangani ini,” tegasnya.
Satgas tersebut bertugas melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus perbaikan bangunan sekolah yang dinilai rawan. Secara struktural, satgas berada di bawah Dinas Pendidikan, bukan lagi di Cipta Karya.
“Satgas ini harus bisa memperbaiki. Jadi bukan hanya mengecek, tapi juga memastikan bangunan aman,” jelas Eri.
Untuk memperkuat pengelolaan sarana-prasarana, Pemkot Surabaya juga membentuk struktur baru di Dinas Pendidikan. Kini ada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) yang diisi oleh pejabat berlatar belakang teknis.
“Ada Kabid sarpras baru dari orang teknis. Tidak mungkin guru disuruh ngurus plafon,” katanya lugas.
Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di SMPN 60 tetap berjalan. Siswa kelas VIIE yang terdampak sementara digabung dengan kelas lain yang satu jenjang. Pemkot memastikan proses perbaikan dilakukan secara dipercepat.
“Kita gabungkan dulu dengan kelas VII lainnya. Jumlah siswa memang lebih banyak, tapi pembangunan akan kita kebut,” pungkas Eri.
Diketahui, plafon ruang kelas VIIE ambrol diduga akibat tekanan angin cukup kuat serta kondisi plafon berbahan gypsum yang sudah rapuh. Insiden terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Beruntung, tidak ada korban luka.
Para siswa langsung dievakuasi, dan pembelajaran sementara dipindahkan ke ruang laboratorium serta perpustakaan.***






0 Komentar