Perlunya Menjauh Sebentar dari Keramaian

Kita perlu keluar atau menjauh sebentar dari keramaian, agar kita tidak kesulitan melihat mana yang benar dan mana yang salah. Sebab, sesuatu itu akan tampak lebih jelas ketika kita mengambil jarak darinya. Jika terlalu dekat tidak akan kelihatan.

Jika mata kita terlalu dekat dengan layar komputer, misalnya, kita tidak akan bisa melihat dengan jelas apa yang ada di monitor tersebut. Tetapi, ketika kita mengambil jarak, semuanya jadi tampak jelas. Segala baik dan buruk di dunia ini akan bisa kita lihat secara lebih jernih ketika kita mengambil jarak sebentar darinya.

Pandangan ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat, “Wa in tuṭi‘ akṡara man fil-arḍi yuḍillūka ‘an sabīlillāh(i), iy yattabi‘ūna illaẓ-ẓanna wa in hum illā yakhruṣ ūn(a) (Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan)”.(Al-An’am [6]: 116).

Ayat ini menyarankan agar kita menjauh sebentar dari keramaian. Supaya kita tidak tertipu oleh hoaks atau berita-berita viral yang diikuti oleh sebagian besar orang. Sebab, kalau kita terus mengikutinya, secara tidak sadar kita akan tersesat dari jalan Allah.

Bacaan Lainnya

Benarnya orang banyak itu belum pasti benar-benar kebenaran. Kadang-kadang orang itu menyepakati sesuatu yang salah sebagai kebenaran karena mereka hanya mengikuti prasangka-prasangkanya sendiri—sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-An’am: 116 tadi.

Maka, agar tidak terjebak dalam situasi itu, kita perlu menjauh sebentar dari keramaian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *