Modus penipuan keuangan kini makin canggih—dari pesan palsu sampai video AI yang seolah-olah menampilkan wajah pejabat sungguhan.
Dunia digital makin maju, tapi kejahatan ikut beradaptasi. Modus penipuan keuangan kini bukan sekadar pesan singkat atau tautan mencurigakan, melainkan sudah menggunakan teknologi video berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Oktober 2025 sudah ada lebih dari 300 ribu laporan penipuan keuangan yang diterima Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sejak lembaga itu berdiri pada November 2024. “Total kerugian masyarakat mencapai Rp7 triliun,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, Sabtu (18/10).
Frederica menjelaskan, kecanggihan teknologi justru dimanfaatkan oleh pelaku untuk memanipulasi identitas tokoh publik. “Sekarang banyak yang pakai video AI. Jadi wajah dan suara bisa ditiru untuk menjebak korban,” ujarnya.
Salah satu yang menjadi korban penyalahgunaan identitas adalah Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Ia mengaku namanya dipakai untuk menipu warga lewat pesan WhatsApp.
“Yang kurang ajar, ada yang pakai nama saya di WhatsApp. Seolah saya butuh uang dan mau jual mobil. Ada yang kena Rp5 juta,” kata Sadewo dalam acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (18/10).
Untuk menekan angka kejahatan digital, OJK bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam. Ada tiga strategi utama dalam gerakan ini:
- Sinergi lintas sektor antara regulator, industri keuangan, pemerintah, dan media.
- Edukasi publik sebagai benteng pertama perlindungan.
- Partisipasi masyarakat dalam melaporkan dan menyebarkan kesadaran soal bahaya scam.
Frederica mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor ke Indonesia Anti-Scam Center (IASC) bila menjadi korban atau menemukan dugaan penipuan digital. “Pencegahan tidak bisa hanya dari regulator. Masyarakat juga harus aktif menjaga diri,” tegasnya.***





