Para Gus di Pangkuan Prabowo – Gibran

Beberapa gus—alias putra para kiai pesantren—dan organisasinya secara terang-terangan menyatakan dukungannya untuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (CapresCawapres) Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka. Bagian dari syariat—as-siyasatu juzun min ajzais syariahyang bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan nasib umat atau motivasi lain?

Salah satu gus yang sudah lama terang-terangan menunjukkan dukungannya untuk pencalonan Prabowo Subianto—jauh sebelum Menteri Pertahanan RI itu resmi berduet dengan Gibran—adalah Miftah Maulana Habiburrahman, yang beken dengan nama Gus Miftah.

Miftah mengaku mendapatkan tugas melalui surat untuk bersilaturahmi kepada para ulama, habib, hingga masyarakat untuk memohon doa restu bagi Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Surat tugas yang diberikan kepada saya itu untuk sowan kepada ulama, kiai, habib untuk mendukung meminta doa restu dari para ulama,” katanya, di sela acara Deklarasi 1.000 Kiai Kampung Dukung Prabowo-Gibran di Bumiayu, Brebes, Ahad (22/10).

Miftah menilai Prabowo-Gibran cocok melanjutkan kepemimpinan nasional. “Gibran sangat punya kapasitas dan mewakili milenial, karena 56 persen pemilih adalah kalangan milenial,” imbuh Miftah.

Bacaan Lainnya

Soal narasi politik dinasti yang mengiringi majunya Gibran, menurut Miftah, itu muncul karena ada pihak yang takut kalah dan iri.

“Yang nyinyir itu yang takut kalah. Ya, kaya’ orang yang mem-bully Pak Prabowo dengan bilang. ‘istirahat saja, sudah tua’. Kalau Pak Prabowo dianggap tidak mampu, kan harusnya tidak takut bersaing. Yang takut bersaing dengan mengatakan ‘istirahat saja’ itu karena mereka takut kalah,” tegasnya.

Soal anggapan Gibran terlalu muda dan belum berpengalaman untuk mendampingi Prabowo, menurut Miftah, “Itu sudah jelas karena takut kalah”.

Kendati menudukung Prabowo-Giran, Miftah tak masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. “Saya tidak akan masuk ke tim pemenangan. Bahwa saya mendukung, iya, tetapi saya sebisa mungkin tidak masuk ke tim pemenangan. Karena saya masuk situ diperintahkan guru-guru saya, termasuk Maulana Habib Luthfi, termasuk dari guru-guru yang lain. Jadi, karena ini perintah guru, ya, saya ngikut gitu aja,” katanya.

“Tapi saya masih berusaha walaupun ada tawaran kemarin masuk di tim pemenangan saya akan berusaha memenangkan mereka dengan cara saya. Jadi enggak harus masuk ke tim,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *