Semarang – Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (Opshid FKMYE) baru saja meluncurkan inisiatif yang penuh inspirasi: pembangunan 80 unit Rumah Syukur Layak Huni. Program ini bertujuan untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi simbol persatuan dan kepedulian di tanah air.
Tahun ini, Opshid FKYME Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang membangun rumah layak huni untuk masyarakat dhuafa di empat titik wilayah Kabupaten Semarang.
Rumah yang dibangun warga Shiddiqiyyah tersebut adalah milik Ibu Suwantini (istri veteran ’45 Alm. Mbah ponco), Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak, Ibu Sugiyem (dengan kondisi kesehatan lumpuh), Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Ibu Suparni, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, dan Bapak Samtoni, Desa Banjarsari, Kecamatan Suruh.
Rumah Sykur Titik 1 Ibu Suwantini Desa Jlumpang Kec Bancak, progress pengerjaan hari keenam. (Foto: Dok Ist/ Eko)”Semua dilakukan atas kerjasama dan gotong-royong OPSHID FKYME Kota Salatiga dan Kab. Semarang, warga Shiddiqiyah, para simpatisan. Proyek Rumah Syukur ini non-politik dan tidak memandang ras, suku, maupun agama. Tanpa proposal ke instansi pemerintah, bantuan partai politik dan swasta”, ujar Eko, salah satu aktivis OPSHID FKMYE Kab Semarang kepada redaksi Samudrafakta, Kamis (19/9).






