MPW PP Muhammadiyah meraih penghargaan Kemenag sebagai nazir dengan sertipikat tanah wakaf terluas 2025.
Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meraih penghargaan sebagai pengelola wakaf dengan sertipikat tanah wakaf terluas tahun 2025 dari Kementerian Agama RI.
Penghargaan tersebut mengukuhkan Muhammadiyah sebagai salah satu nazir paling serius dan tertata dalam mengelola aset wakaf di Indonesia.
Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam menggerakkan ekosistem wakaf nasional.
“Semoga ini menjadi penyemangat bagi seluruh nazir agar semakin profesional, menjaga amanah wakif, dan memaksimalkan manfaat wakaf bagi umat,” ujar Romo Syafi’i.
Pernyataan itu disampaikan saat penyerahan penghargaan dalam acara Public Expose Annual Report dan Outlook Zakat Wakaf bertema Beragama Maslahat, Zakat Wakaf Berdampak, Jumat, 12 Desember 2025.
Sekretaris MPW PP Muhammadiyah Mashuri Masyhuda menegaskan capaian tersebut bukan sekadar prestasi simbolik.
“Ini adalah tanggung jawab moral. Wakif sudah memberikan kepercayaan, dan tugas kami memastikan wakaf dikelola secara produktif dan menghadirkan maslahat,” kata Mashuri.
Ia menekankan pentingnya percepatan sertifikasi aset wakaf di seluruh jaringan Muhammadiyah, terutama di tingkat wilayah dan daerah.
“Akselerasi sertifikasi menjadi pondasi utama agar wakaf tertib, aman, dan semakin berdaya guna,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2024, aset wakaf Muhammadiyah tersebar luas di berbagai struktur organisasi dan amal usaha.
Aset tersebut meliputi 35 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, 475 Pimpinan Daerah, 3.947 Pimpinan Cabang, dan 14.670 Pimpinan Ranting Muhammadiyah.
Selain itu terdapat 30 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah, 31 Unsur Pembantu Pimpinan, serta 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah.
Muhammadiyah juga mengelola 122 rumah sakit, dengan tambahan 20 rumah sakit dalam proses pembangunan, 231 klinik, dan 5.345 sekolah serta madrasah.
Secara keseluruhan, jumlah lokasi harta wakaf Muhammadiyah mencapai 20.465 titik dengan total luas tanah 214.742.677 meter persegi.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Agama juga memberikan penghargaan kepada sejumlah nazir dan lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU sebagai nazir dengan sertipikat tanah wakaf terbanyak 2025.
Bank Mega Syariah menerima penghargaan sebagai LKS PWU dengan penerimaan wakaf uang terbanyak 2025, sementara Bank Syariah Indonesia dinobatkan sebagai kolaborator pendukung program Kota Wakaf.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Nazhir Butta Salewangan sebagai nazir inovatif pendukung Kota Wakaf Maros dan Yayasan Al Muhajirin atas pengembangan wakaf produktif.***





