Muhaimin Iskandar menilai, anak SD sehari-hari terpapar vetsin MSG. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi negara mengatasi kekurangan gizi akibat konsumsi micin berlebihan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi kekurangan gizi anak-anak Indonesia.
Menurutnya, banyak siswa Sekolah Dasar (SD) justru sehari-hari mengonsumsi monosodium glutamat (MSG) atau vetsin dalam jumlah berlebihan.
“Jujur saja ya, misalnya adik-adik kita yang masih di bawah kelas 2 SD mayoritas konsumsi sehari-hari adalah yang berbau vetsin MSG. Itu jujur, MSG vetsin telah meracuni,” kata Cak Imin kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Ahad (28/9).
Kata dia, konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu kekurangan gizi. Karena itu, MBG dipandangnya sebagai solusi untuk memastikan anak-anak mendapat asupan sehat yang terukur.
“MBG ini solusi jutaan anak-anak Indonesia untuk pagi dan siangnya tidak lagi kejeprak soal gizi buruk melalui racun MSG,” ujarnya.
Cak Imin menambahkan, jika ada hambatan dalam pelaksanaan MBG, maka semua pihak harus mencari solusi bersama. “Kalau ada hambatan ayo kita atasi bersama-sama,” katanya.
Efek Samping MSG
MSG dikenal sebagai penguat rasa gurih (umami) yang telah lama digunakan di industri makanan. Food and Drug Administration (FDA) menerima sejumlah laporan efek samping dari konsumsi MSG berlebihan, seperti pusing, mual, sakit kepala, dan migrain.





