Manuver Budiman Sudjatmiko: Sanksi Belum Jatuh karena Dia sedang “Berdansa”

JAKARTA | SAMUDRA FAKTA—Pada Senin, 21 Agustus 2023, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan bakal menjatuhkan sanksi terhadap kadernya, Budiman Sudjatmiko—yang secara terang-terangan mendeklarasikan dukungan terhadap bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto—pada Selasa, 22 Agustus. Namun, ancaman Hasto belum terealisasi. Sedangkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri malah menyebut Budiman sedang “berdansa”.

Megawati menganalogikan manuver Budiman tersebut ketika bertemu jajaran kader partainya di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 22 Agustus. Ketika itu dia bilang. “Nih, kalau mau ditulis sama wartawan, saya sebut kasus nih, Pak Budiman Sudjatmiko.”

Soal ‘kasus’ Budiman itu, Megawati mengibaratkan langkah mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik itu seperti orang sedang berdansa. Dia juga menceritakan perbincangannya dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tentang kaitan dansa dengan politik.

Kata Megawati, Presiden Jokowi, pada awal periode kedua masa jabatannya, pernah menanyakan kepadanya perihal situasi menjelang Pemilu 2024 nanti. “Bu, suasana nanti ketika akan Pemilu, kalau menurut Ibu, suasananya seperti apa?” Megawati menirukan pertanyaan Jokowi.

Bacaan Lainnya

“Saya gampang aja, ‘Pak, Bapak tahu enggak kalau orang berdansa?’ ‘Lho, saya nanya urusan politik, kok Ibu urusan berdansa?’ ‘Gampang, Pak, itu simbol’,” Megawati menceritakan percakapanya dengan Jokowi.

Megawati juga mengaku menjelaskan bahwa dansa yang dia maksud bisa dilakukan perseorangan maupun berpasangan. Jenisnya pun beragam. Begitu pula temponya, bisa cepat atau lambat. “Bisa sendiri, bisa duaan, bisa ramai-ramai. Terus bisa slow motion, gerakannya pelan, seperti waltz. Terus ada rumba yang breng-obreng-obreng-obrong,” kata Megawati. “Ada rock n’ roll, nanti kalau sudah ganti-ganti pasangan. Yang itu ganti sono, yang itu ganti sini,” imbuh Presiden ke-5 RI itu.

Menurut Megawati, Jokowi sambil tertawa mengaku paham pencerahannya itu. “Oh, saya paham, Bu. Paham,” katanya, menirukan ucapan Jokowi. “Nah, nanti suasananya kaya gitu. Jadi, lihat saja sekarang, enggak usah mikir-mikir, ‘gini aduh kok kita dikurung, kok kita diinikan’. Wis, meneng (diam) wae, tapi nyambut gawe (bekerja),” tegas Megawati.

Soal tanggapan Megawati, Budiman Sudjatmiko menilai jika Ketua Umum PDIP itu matang dalam berpolitik. Karena itulah Mega—menurut Budiman—melabeli dirinya hanya sekadar berdansa, ketika dia secara terang-terangan menjatuhkan pilihan politik untuk mendukung Prabowo Subianto, bukan Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan.

“Dari pernyataan Bu Mega saya ingin mengatakan bahwa Bu Mega bisa memahami dinamika ini,” kata Budiman di Tennis Indoor Senayan, Selasa, 22 Agustus malam.

Budiman mengaku bahwa Megawati merupakan sosok yang telah matang berpolitik, sehingga tak terjadi ketegangan meskipun arah politik bersebrangan menghadapi Pilpres 2024.

“Jadi menurut saya, itu menunjukkan kematangan beliau, sebagai orang yang sudah matang segala macam. Dan saya pikir kita butuh dialog-dialog yang dingin untuk dinamika seperti ini supaya tidak tegang,” jelasnya.

Budiman juga mengaku jika kali ini bukan kali pertama kalinya dia berbeda pandangan. Bahkan, lantaran sering adanya perbedaan tersebut, Megawati seringkali melabeli dirinya selalu menari dan melakukan dansa politik.

“Pernyataan Bu Mega itu pernah dinyatakan kepada saya juga ketika saya bertemu beliau di rumahnya; bahwa menjelang tahun politik ini biasa jika ada dansa-dansa dan dinamika. Itu suatu proses yang wajar,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *