Sukarno dan Khrushchev (3): Makam Imam Bukhari, Jejak Sukarno yang Masih Tertapak di Uzbekistan  

Hubungan Sukarno dengan Uni Soviet dan negara-negara yang dinaunginya sebenarnya terjalin sejak lama—jauh sebelum Nikita Khrushchev didapuk sebagai perdana menteri Negara Adidaya Blok Timur pada masanya tersebut. Termasuk dengan Uzbekistan. Hubungan itu masih terawat hingga kini. Bahkan, menurut rencana, Uzbekistan hendak membangun Sukarno Memorial Library untuk menghormati Sang Putra Fajar.

Perpustakaan rencananya dibangun di lokasi makam Imam Bukhari—makam perawi atau periwayat hadits yang ditemukan oleh Bung Karno.

Bacaan Lainnya

Pada 12 – 17 Juni ini, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengadakan kunjungan kerja kenegaraan ke Uzbekistan pada 12 – 17 Juni 2023. Salah satu agendanya menghadiri kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Uzbekistan Abdulla Nigmatovich Aripov di Gedung Kabinet Menteri Uzbekistan, di Tashkent, Selasa, 13 Juni 2023. Dalam kunjungan tersebut, Wapres Ma’ruf membahas rencana pembangunan Sukarno Memorial Library di lokasi makam Imam Bukhari di kota Samarkand.

“Tadi saya sudah sampaikan agar dibangun Sukarno Memorial Library untuk mengenang jasa Bung Karno sebagai usul untuk dibangun. Mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan. Itu sudah dibicarakan antara Menteri Pariwisata dan baru ada gagasan. Saya harapkan bisa direalisasikan. Nanti kita teruskan untuk itu dibentuk, karena itu penting, sejarah, dan juga kebanggaan untuk kita dan mereka. Itu juga membangun hubungan yang akrab sudah 65 tahun hubungan itu telah dibangun,” Kata Ma’ruf Amin.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin berziarah ke makam Imam Bukhari. Museum Sukarno di Uzbekistan, menurut rencana, bakal dibangun di sekitar kompleks makam tersebut. (Dok. Detik)

Indonesia dan Uzbekistan punya riwayat panjang dalam pembangunan peradaban global di masa lalu. Relasi antara Indonesia dan Uzbekistan bisa terjalin erat sejak masa Presiden Sukarno. Haji Ahmad Sukarno—panggilan orang-orang Uzbek kepada Sukarno—menjadi tokoh yang berperan besar dalam penemuan makam tokoh dunia Islam, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari atau dikenal sebagai Imam Bukhari.

Menurut catatan Sigit Aris Prasetyo dalam Dunia Dalam Genggaman Bung Karno, Sukarno mengunjungi Uzbekistan ketika negara di Asia Tengah itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet pada 4 September 1956. Kunjungan ini adalah bagian lawatannya di Uni Soviet atas undangan pimpinan Uni Soviet di awal bulan Sep­tember 1956. Kala itu Perdana Menteri Soviet masih dijabat Nikolay Burganin, sementara presidennya Klimént Yefrémovich Voroshílov.

Dalam lawatan tersebut, Sukarno didampingi oleh Wakil Ketua Presidium Soviet Tertinggi USSR Shar Rasjidov–pria asli Uzbekistan. Selama di Uzbek, Sukarno mengunjungi beberapa tempat, antara lain kota-kota kuno di Tashkent dan Samarkand. Selain mengunjungi ba­ngunan-bangunan bersejarah, Sukarno juga melihat langsung pusat-pusat industri dan pertanian.

Pos terkait