Korban Tewas Jadi 9 Santri, Tapi BNPB Kirim 200 Kantong Jenazah ke Ponpes Al Khoziny

Mobil ambulans keluar membawa jenazah dari lokasi ambruknya musala pondok pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 3 Oktober 2025. Foto:BNPB
BNPB mengirim 200 kantong jenazah, alat berat, dan logistik untuk mendukung evakuasi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny. Total sembilan santri tewas, 54 lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan menemukan empat jenazah santri dalam pencarian ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat, 3 Oktober 2025. Total korban meninggal kini sembilan orang, sementara 54 santri dilaporkan masih hilang sejak insiden, Senin, 29 September 2025. Untuk mendukung operasi ini, BNPB mengirim 200 kantong jenazah ke lokasi kejadian.

Upaya pencarian berlangsung 24 jam secara bergantian oleh lebih dari 400 personel dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinsos Tagana, Dinas PU dan SDA, serta relawan. Tim SAR melakukan re-assessment dengan metode fisik, pemanggilan suara korban, dan peralatan canggih seperti Search Cam Flexible Olympus, Xaver 400 Wall Scanner, serta Multi Search Leader.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda korban selamat. Fokus tim kini evakuasi dan pembersihan reruntuhan dengan alat berat,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., dalam keterangan tertulis

Keluarga korban sudah memberi izin penggunaan alat berat meski dapat mengganggu kondisi jenazah. Mereka telah merelakan seluruh proses evakuasi, setelah dipastikan tidak ada lagi tanda kehidupan di reruntuhan lantai empat musala.

Bacaan Lainnya

Suharyanto menambahkan, tim SAR masih memiliki potensi menemukan korban meninggal lainnya. “Perkembangan temuan akan kami sampaikan tiga kali sehari melalui posko BNPB,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *