Korban Banjir Sumatera Tembus 962 Jiwa, Hampir Satu Juta Warga Mengungsi

Presiden Prabowo ketika mengunjungi Aceh pada Ahad (7/12/2025) dan disambut Gubernur Muzakir Manaf. - BPMI Setpres
BNPB merilis data terbaru korban banjir–longsor di Sumatera yang mencapai 962 jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 962 orang meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Selasa (9/12). Sebanyak 291 orang masih dicari, sementara lebih dari 5.000 warga mengalami luka-luka.

BNPB merinci korban meninggal di Aceh mencapai 389 jiwa, dengan 62 orang hilang dan lebih dari 4.000 warga terluka. Di Sumatera Utara, 338 orang meninggal, 136 hilang, dan 650 luka-luka. Adapun Sumatera Barat melaporkan 235 warga meninggal, 93 hilang, dan 113 terluka.

Gelombang banjir dan longsor yang menerjang 52 kabupaten/kota itu memaksa lebih dari 975 ribu orang mengungsi. BNPB mencatat lebih dari 157 ribu rumah rusak, serta kerusakan pada 497 jembatan, 425 rumah ibadah, 534 fasilitas pendidikan, 234 gedung perkantoran, 199 fasilitas kesehatan, dan lebih dari 1.000 fasilitas publik lainnya.

Kerusakan Sawah dan Irigasi Meluas

Presiden Prabowo Subianto menyebut tingkat kerusakan di tiga provinsi tersebut sangat serius. Ia menyampaikan laporan itu saat memimpin rapat terbatas di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Ahad (7/12) malam.

Bacaan Lainnya

“Saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihatinkan,” ujar Prabowo dalam siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Ia menjelaskan banjir dan longsor menyebabkan hamparan sawah rusak dan banyak bendungan jebol, sehingga merusak jaringan irigasi pertanian. Para pimpinan daerah, kata Prabowo, juga melaporkan banyak perumahan warga yang mesti dibangun ulang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *