Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa di sekolah mulai diujicobakan setelah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Reaksi penerima program bermacam-macam. Ada yang mengharukan.
Sebuah momen mengharukan terjadi saat uji coba MBG di SDN 166 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Senin, 11 November 2024.
Seorang siswi penerima MBG bermaksud membawa pulang makan siang gratis yang dibagikan oleh Polda Sumsel.
Ternyata siswi itu tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ayahnya telah meninggal dunia. Dan menurut Plt Kasubag Renmin Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKP Yetty Gultom, kotak makanan itu tak disentuh oleh siswi tersebut.
“Kenapa tidak dimakan, sayang?” ujar Yetty kepada siswi tersebut, yang tampak dalam unggahan Instagram @ditresnarkobapoldasumsel, pada 11 November 2024.
“Untuk mama. Mama mengepel di rumah orang,” jawab siswi itu.
Berkaca dari hal itu, Yetty menuturkan pihaknya akan memberikan bantuan ke kediaman Devi.
“Artinya program ini bagus. Bukan kasihan, tetapi lebih kepada berbagi kasih untuk masyarakat miskin,” terang Yetty.
“Insya Allah kalau sudah diizinkan pimpinan mau ke rumahnya (seorang siswi) rencana mau beri bantuan tali asih,” pungkasnya.
Beberapa bulan sebelumnya, pada Senin, 19 Agustus 2024, momen mengharukan juga pernah terjadi ketika uji coba MBG di Jakarta. Seorang siswa SDN 07 Cideng, Jakarta Pusat, juga membawa pulang makanan dari program tersebut.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Heru Budi, mengaku terharu saat mendengar cerita seorang siswa yang tak ingin menikmati hidangan program makan bergizi gratis di sekolah.





