JAKARTA | SAMUDRA FAKTA—Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Badan SAR Nasional (Basarnas) Henri Alfiandi (58) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan proyek alat deteksi korban reruntuhan.
Marsekal Madya (Marsdya) TNI (Purn) Henri Alfiandi adalah seorang Purnawirawan TNI Angkatan Udara alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988. Saat ini, Henri sudah dimutasi ke MabesTNI AU karena memasuki masa pensiun sejak Senin, 17 Juli 2023 pekan lalu.
Henri Alfiandi lahir di Maospati, Magetan, Jawa Timur pada 24 Juli 1965. Dia mengawali karier militernya pada 1988, selepas lulus pendidikan di AAU.
Sejak kecil Henri tumbuh di lingkungan AU, tepatnya di sekitaran Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Maospati, Magetan, Jawa Timur. Dia mengenyam pendidikan di SD Angkasa Lanud Iswahjudi, Magetan, pada 1979.
Henri melanjutkan pendidikan Sekkau pada 1997 dan kembali ikut program pendidikan militer Seskoau pada 2003. Empat tahun kemudian, pada 2007, Henri menempuh pendidikan di Lehrgang Generalstabs/Admiralstabsdienst Mit Internationaler Beteiligung (LGAI) Jerman.
Ia juga mengenyam pendidikan militer The Legion of Merit pada 2012. Pada 2013, Henri lolos pendidikan Sesko TNI. Setelah itu dia melanjutkan Dilanjutkan pendidikan di US Air War College pada 2015.
Ia menyandang pangkat Letda pada 1988, hingga akhirnya berhasil mencapai pangkat tertingginya di dinas kemiliteran 3 tahun lalu, tepatnya 24 September 2018. Dia butuh waktu kurang lebih 30 Tahun untuk mendapatkan pangkat Marsdya—pangkat terakhirnya di TNI AU dengan tiga tanda bintang di pundaknya.
Berikut daftar riwayat jabatan Marsdya (Purn) Henri Alfiandi:
- 26—07—1988: Pa Dp Gubenur AAU
- 01—04—1995: Danflight Ops “A” Skadud 12 Lanud Pekanbaru
- 01—07—1995: Dan Flight Ops A Skadud 11 Lanud Hasanudin
- 01—06—1996: Pa Instruktur Penerbang Lanud Adi Sutjipto
- 06—07—1997: Pa Pok Instruktur Skadud 12 Lanud Pekanbaru
- 21—05—1999: Kadisops Skadud 12 Lanud Pbr Wing 6 Lanud Pekanbaru
- 29—11—2002: Danskadud 12 Wing 6 Lanud Pekanbaru
- 25—08—2004: Kadisops Lanud Pekanbaru
- 21—11—2005: Pamen Lanud Pbr (Dik Sesko Banding Jerman)
- 14—05—2007: Dostun Gol VII Seskoau
- 20—09—2007: Dostun Gol IV Seskoau
- 29—05—2009: Pamen Mabes TNI (Untuk Atud RI di Washington DC USA)
- 10—05—2010: Atase Udara RI KBRI USA
- 12—09—2011: Pamen Bais TNI
- 24—09—2012: Paban I/Renstra Srenaau
- 30—11—2012: Pamen Sopsau (Dik Sesko TNI)
- 24—09—2013: Paban III/Intelud Spamau
- 29—08—2014: Pamen Spamau (Dik Lemhannas USA)
- 25—07—2015: Danlanud Roesmin Noerjadin
- 25—04—2017: Kas Koopsau I
- 24—09—2018: Pangkoopsau II
- 14—08—2019: Danseskoau
- 26—05—2020: Asops Kasau
- 04—02—2023: Kepala BASARNAS
Pada Rabu, 26 Juli 2023, KPK mengumumkan Henri disangka terlibat dalam perkara suap terkait pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di lingkungan Basarnas RI tahun Anggaran Tahun 2021-2023.





