Dalam bahasa Inggris, hoaks merupakan adaptasi dari kata “hoax” yang berarti “berita palsu”. Hoaks adalah sebuah berita berisi informasi yang fakta atau kebenarannya sudah diubah, sehingga menjadi berita yang tidak benar.
Menurut KBBI, hoaks adalah sebuah informasi bohong. Sedangkan menurut Ketua Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Fitnah, Septiaji Eko Nugroho, hoaks adalah sebuah informasi yang direkayasa. Informasi tersebut dibuat untuk menutup-nutupi informasi sebenarnya. Adalah upaya memutar balikan fakta.
Fakta tersebut diganti dengan informasi-informasi yang meyakinkan, tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Informasi tidak benar itu membanjiri suatu media melalui pesan-pesan yang salah sehingga pesan yang benar akan tertutupi.
Ahli komunikasi Universitas Indonesia Profesor Muhammad Alwi Dahlan, yang juga merupakan mantan Menteri Penerangan, mengungkapkan perbedaan antara hoaks dan berita bohong biasa. Bedanya adalah, hoaks itu disengaja atau sudah direncanakan, sementara berita bohong spontan.
Hoaks adalah manipulasi berita yang sengaja dilakukan dan bertujuan untuk memberikan pengakuan atau pemahaman yang salah. Di dalam berita hoaks terdapat penyelewengan fakta yang membuatnya menjadi menarik perhatian.
Lalu, bagaimana supaya kita tidak termakan hoaks, apalagi ikut menyebarkannya? Apalagi ini adalah tahun politik, di mana biasanya serangan hoaks membabi-buta dan publik tidak menyadarinya. Simak ulasan lengkap tentang hoaks khas rubrik “Jelajah Fakta” Samudra Fakta di sini. Mari perangi hoaks atas nama akal sehat dan persatuan.





