OPSHID Lamongan membangun dua Rumah Syukur untuk Kastam dan Miftahul. Keduanya dikenal aktif di organisasi dan setia di tengah keterbatasan. Proyek ini bagian dari pembangunan 97 rumah serentak di 17 provinsi.
__________
Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Front Ketuhanan Yang Maha Esa (FKYME) Lamongan membangun dua unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina (RSLHSFM).
Program ini menjadi bagian dari pembangunan 97 rumah serentak di 17 provinsi, dalam rangka memperingati 97 tahun Sumpah Pemuda dan lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Dua penerima rumah adalah Kastam dari Desa Srirande, Kecamatan Deket, dan Miftahul Bukhori dari Desa Moropelang, Kecamatan Babat.
Kastam, ayah delapan anak, kini tinggal bersama istri, dua cucu, dan putri bungsunya yang berkebutuhan khusus. Meski usianya lanjut, ia dikenal selalu hadir dalam kegiatan sosial OPSHID.
“Rumah ini bukan hadiah, melainkan penghormatan atas jiwa yang tak pernah lelah,” kata Firman, pengurus OPSHID Lamongan, Sabtu (27/9).

Berbeda dengan Kastam, Miftahul sehari-hari berjualan leker di sekolah dan tempat keramaian. Setelah lama menumpang dan mengontrak rumah, ia akhirnya mendapat sebidang tanah dari orang tua. Namun, kondisi ekonomi membuatnya tak mampu membangun rumah sendiri.






