Kalau Tunggu Pemerintah, Rumah Keburu Ambruk

Ilustrasi gotong-royong bangun rumah. - Sora/Samudrafakta
Lebih dari 30 juta keluarga di Indonesia tinggal di rumah tak layak huni. Gotong royong terbukti jadi solusi cepat, dari desa hingga komunitas OPSHID yang rutin bangun rumah tanpa dana pemerintah.

__________

Setiap musim hujan, jutaan keluarga hidup dengan rasa takut. Atap bisa roboh, lantai jadi lumpur, dinding rapuh mengancam keselamatan.

Data BPS 2023 menyebut 36,85 persen rumah tangga atau 32 juta keluarga tinggal di rumah tak layak. Masalah ini ada di desa maupun kota, tapi bantuan negara sering lambat, terbatas, dan penuh syarat.

Di banyak daerah, gotong royong jadi jalan keluar. Relawan dan warga membangun rumah secara swadaya, cukup 15 orang bekerja tiga hari untuk berdiri satu rumah layak huni.

Bacaan Lainnya

Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) memberi contoh nyata. Sejak 2003, mereka rutin membangun puluhan rumah syukur layak huni tiap tahun tanpa dana dari pemerintah. Pada 2023, 65 rumah dibangun serentak di berbagai daerah.

Gerakan ini membuktikan, rumah bukan kemewahan tapi hak. Dan gotong royong adalah cara tercepat untuk mewujudkannya.

Selengkapnya di kosongsatu.id. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *