Kaesang dan Pilkada Depok: Maju untuk Menang atau Tetap Jualan Pisang?

JAKARTA | SAMUDRA FAKTA—Sempat ramai beredar narasi jika Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo alias Jokowi, didorong untuk maju mencalonkan diri dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2024. Menanggapi narasi tersebut, belum lama ini Presiden Jokowi menyatakan jika putranya itu tidak bakal maju. Namun demikian, hingga Minggu, 10 September 2023, poster dukungan terhadap Kaesang masih terpasang di Jl. Raya Margonda—jalur utama penghubung Jakarta Selatan dengan Kota Depok. Dukungan juga masih mengalir.

Kaesang sempat menyatakan siap maju di Pilkada untuk menjadi wali kota Depok 2024. Pernyataan itu disampaikannya  dalam sebuah video di kanal YouTube Kaesang Pangarep by GK Hebat. 

“Saya, Kaesang Pangarep, saya sudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga saya. Insyaallah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama,” kata Kaesang dalam video tersebut, diakses pada Senin, 11 September 2023.

Pakar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah, Deden Mauli Darajat menyatakan  mengapresiasi usaha Kaesang. Menurutnya, ada tiga kelebihan dan tiga kekurangan apabila Kaesang hendak maju menjadi Walikota Depok.

“Kaesang maju jadi cawalkot Depok yang pertama secara perspektif komunikasi politik, dia sudah terkenal ya, jadi popularitasnya dia sudah dapat, karena dia youtuber, dia aktif di media sosial Instagram, Tiktok,” kata Deden—sebagaimana dikutip Republika pada 10 Juni 2023.

Bacaan Lainnya

Kedua, lanjut Deden, Kaesang adalah anak muda yang punya pandangan kekinian. Ketiga, Kaesang adalah anak presiden, sehingga preference power melekat dalam dirinya. Sama halnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atau Megawati anak Presiden Sukarno.

Selain mendapat tanggapan positif dan dukungan—terutama dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)—wacana majunya Kaesang Pangarep di Pilkada Depok juga menimbulkan reaksi penolakan.  

Salah satu penolakan disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Pemuda Keadilan Depok, Dendi Budiman. Kata dia, menolak Kaesang di Depok itu sama dengan penolakan terhadap diteruskannya rezim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Depok. Dia berharap, ada anak bangsa yang bersih hati dan niat membangun Depok.

Dendi menekankan, warga harus bersatu menolak politik dinasti dengan menutup peluang Kaesang masuk ke Depok. Ia berpendapat, politik dinasti Jokowi tidak ada bedanya dengan rezim PKS di Depok yang itu-itu saja.

“Menghancurkan rezim PKS di Depok harus kompak. Buat kami, dinasti politik Jokowi dan dominasi PKS mutlak harus kita lawan,” kata Dendi, lewat akun X  bercentang biru @DemokrasiMartir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *