“Insya Allah NU Tak Pernah Jauh-Jauh dari Jokowi”

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dalam banyak kesempatan memastikan netralitas warga NU dalam Pemilu 2024. Di bagian lain, dalam beberapa kesempatan pula Yahya mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan loyalitas terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Salah satunya ketika dia menyatakan bahwa NU tidak akan pernah jauh-jauh dari Jokowi, pada 18 September 2023.

Menurut catatan Samudra Fakta, Yahya Cholil Staquf, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PBNU, pernah beberapa kali bertemu secara khusus dan resmi dengan Presiden Jokowi.

Pada Rabu, 29 Desember 2021, Yahya, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor. Dia mengaku datang untuk melaporkan hasil Muktamar ke-34 NU yang berlangsung 22-24 Desember 2021 di Lampung.

“Saya melaporkan hasil Muktamar ke-34 NU kemarin, bahwa saya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Sedangkan KH. Miftachul Achyar ditetapkan sebagai Rais Aam. Saya juga melaporkan hasil-hasil yang disepakati dalam Muktamar, mengenai program-program, agenda-agenda yang tentunya nanti akan sangat terkait dengan prospek kerja sama-kerja sama, termasuk dengan pemerintah,” ujar Yahya, dalam keterangannya selepas pertemuan.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor, Desember 2021. (Dok. Biro Pers Sekretariat Negara0

Pada Kamis, 22 September 2022, Yahya dan Pengurus PBNU menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta. Pertemuan tersebut membahas rencana rangkaian puncak peringatan 1 abad lahirnya NU, 16 Rajab 1444 H atau 7 Februari 2023.

Bacaan Lainnya

PBNU ketika itu juga menyampaikan undangan kepada Jokowi untuk membuka forum pertemuan pemimpin agama dunia bertajuk “Religion 20” atau R20, di Nusa Dua, Bali, 2-3 November 2022.

Pada Senin, 4 September 2023 malam, Yahya datang lagi ke Istana Presiden, Jakarta. Kala itu untuk mengundang Jokowi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ponpes Al-Hamid Cilangkap Jakarta Timur, pada 18 September 2023. Jokowi diharapkan dapat membuka acara tersebut.

Putra bungsu Presiden Jokowi, yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, juga diketahui pernah menyambangi kediaman Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf  di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Oktober 2023.

Yahya menegaskan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut tidak ada hubungannya dengan politik. Dia, dalam banyak kesempatan, kerap menyatakan bahwa NU, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, akan menghadapi proses demokrasi dengan damai dan tertib tanpa berdiri di pihak mana pun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *