Pemerintah memastikan penyelenggaraan haji 2026 hanya akan ditangani dua syarikah. Kontrak dibuat tiga tahun untuk mencegah praktik manipulasi dalam proses pengadaan layanan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan penyelenggaraan haji 2026 akan menggunakan hanya dua syarikah penyedia layanan. Jumlah ini menyusut dibanding tahun 2025 yang mencapai delapan syarikah.
“Kontraknya multi year, jadi tidak per tahun. Kami tetapkan langsung tiga tahun untuk mencegah praktik manipulasi dan feedback terkait pelelangan syarikah di Saudi Arabia,” kata Dahnil, Senin (29/9).
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan secara ketat dari 150 syarikah yang mendaftar. Jumlah itu mengerucut menjadi 50, lalu 20, hingga tersisa empat. “Dan terakhir dipilih dua syarikah. Itu sudah diumumkan Kantor Urusan Haji Saudi Arabia, bisa dicek di media sosial atau website mereka,” ujar Dahnil.
Mengutip pengumuman resmi di akun Instagram @kantorurusanhaji dan @kemenhaj.ri, dua syarikah yang ditetapkan adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest.
“Dua perusahaan yang ditetapkan untuk layanan umum (Masyair) Jemaah Haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M; Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest,” demikian pernyataan resmi itu.***





