BOGOR — Gunung api Salak bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api strato Tipe A dengan ketinggian ± 2210 mdpl mengalami gempa tektonik lokal 4 kali per hari pada 6 Desember 2023. Pendaki diminta mewaspadai potensi erupsi freatik yang bisa terjadi kapan saja.
“Meskipun dari kegempaan cenderung normal, namun tetap perlu diwaspadai terjadinya erupsi freatik, berupa semburan lumpur atau erupsi uap air (steam explosion) yang dapat terjadi tiba-tiba, pasca terjadinya kenaikan gempa Tektonik Lokal beberapa hari lalu,” tulis PVMBG dalam rilis resminya dikutip Senin (11/12/2023).

Situs Magma Indonesia menyebut erupsi Freatik atau juga disebut letusan freatik, letusan ultravulcanian, atau letusan ledakan uap, adalah erupsi yang terjadi ketika magma memanaskan air tanah atau air permukaan. Temperatur magma yang ekstrem (500 hingga 1.170 °C (930-2.100 °F) menyebabkan penguapan air yang hampir seketika menjadi uap, menghasilkan ledakan uap, air, abu, batu, dan bom vulkanik).
Gunung Salak secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. PVMBG memantau Gunung Salak melalui Pos Pengamatan Gunung api (PGA) di Desa benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Erupsi terakhir G. Salak terjadi tahun 1938 berupa erupsi freatik dari Kawah Cikuluwung Putri. Sejak itu kegiatan terakhir hanya berupa bualan lumpur dari Kawah Ratu dan Kawah Hirup serta tembusan solfatara dan fumarol di Kawah Ratu.





