Gempa M 7,1 Guncang Talaud Selama 30 Detik, 12 Rumah Rusak, BNPB Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi M 7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (10/1/2026) malam. Foto: Dok BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud via BNPB
Gempa M7,1 mengguncang Kepulauan Talaud, 12 KK terdampak, BNPB pastikan tak ada korban jiwa.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu malam, 10 Januari 2026 pukul 21.58 WIB selama 20-30 detik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Ahad, 11 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, sebanyak 12 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan sementara pada 12 unit rumah warga dan dua fasilitas kesehatan. Seluruh data kerusakan masih dalam proses verifikasi oleh petugas di lapangan.

“Kondisi pascagempa di Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini terkendali dan kondusif. Aktivitas masyarakat mulai berjalan normal meskipun sebagian warga masih mengalami trauma,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ahad, 11 Januari 2026.

Gempa berpusat di laut pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur dengan kedalaman 17 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Bacaan Lainnya

Guncangan dirasakan kuat selama sekitar 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Aliran listrik yang sempat padam di sejumlah wilayah kini telah kembali normal.

BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama. Hingga kini belum ada laporan dampak lanjutan akibat gempa susulan tersebut.

BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi masyarakat, mengevaluasi potensi dampak lanjutan, serta memastikan wilayah terdampak tetap aman.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat terkait perkembangan gempa dan kemungkinan gempa susulan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *