BEIJING — Belum tuntas penanganan SARS-CoV-2, China kembali diguncang serangan penyakit baru: pneumonia misterius. Penyakit yang menyerang anak-anak terdeteksi di rumah sakit Beijing dan di Liaoning, sebuah provinsi yang berjarak sekitar 804 ke arah timur laut ibu kota China.
Mail Online menyebut, anak-anak yang terinfeksi mengalami peradangan paru-paru dan demam tinggi, tetapi bukan batuk atau gejala lain yang menandakan RSV maupun penyakit pernapasan lainnya.
WHO pun meminta Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan peningkatan insiden penyakit pernapasan ini dengan lebih terperinci. Di sisi lain, otoritas Tiongkok mengaitkan peningkatan penyakit ini dengan pencabutan pembatasan COVID-19 dan sirkulasi patogen yang dikenal seperti influenza, mycoplasma pneumoniae (A infeksi bakteri umum yang biasanya memengaruhi anak-anak muda), respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan COVID-19).
Untuk itu, pihak berwenang menekankan perlunya peningkatan pengawasan penyakit di fasilitas kesehatan dan pengaturan masyarakat, serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan untuk mengelola pasien. Demikian dikutip dari siaran pers WHO pada 22 November 2023.
Pada 21 November, ProMED melaporkan kelompok pneumonia misterius menyerang anak-anak di China utara. Namun, belum dijelaskan secara rinci, apakah hal ini terkait dengan peningkatan keseluruhan infeksi pernapasan yang sebelumnya dilaporkan oleh otoritas China, atau peristiwa terpisah.
Pada 22 November, WHO meminta informasi epidemiologi dan klinis tambahan, serta laboratorium hasil dari klaster yang dilaporkan di antara anak-anak, sesuai mekanisme peraturan kesehatan internasional. Sejak pertengahan Oktober, China utara telah melaporkan peningkatan penyakit seperti influenza dibandingkan dengan periode yang sama dalam tiga tahun sebelumnya.
China memiliki sistem untuk menangkap informasi pada tren penyakit seperti influenza, RSV dan SARS-CoV-2, serta laporan ke platform seperti Global Influenza Surveillance and Response Sistem.





