Pemerintah Indonesia dipastikan memperoleh tambahan 12 persen saham PT Freeport Indonesia tanpa biaya. Kepemilikan nasional naik jadi 63 persen, sekaligus menegaskan status Indonesia sebagai pemegang mayoritas.
Pemerintah Indonesia resmi mendapatkan tambahan kepemilikan saham sebesar 12 persen di PT Freeport Indonesia (PTFI) secara cuma-cuma atau free of charge. Kesepakatan itu tercapai setelah negosiasi langsung antara pemerintah lewat Danantara dengan pemilik PTFI, Freeport-McMoRan (FCX), di Amerika Serikat.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi persetujuan tersebut. “Mereka sudah menyetujui untuk 12 persen. Kemarin saya di Amerika Serikat bertemu langsung dengan CEO dan owner-nya. Dan mereka sudah menyetujui untuk memberikan free of charge ya saham 12 persen,” kata Rosan di Kompleks Kementerian Investasi, Jakarta, Selasa (30/9).
Ia menyebut, semula target negosiasi hanya 10 persen. Namun hasil akhirnya justru lebih besar. “Kita negosiasi, tadinya 10 persen. Tapi alhamdulillah sekarang dapat 12 persen,” ucapnya.
Dengan tambahan itu, porsi saham pemerintah Indonesia di PTFI naik dari 51 persen menjadi 63 persen. Artinya, Indonesia kian kokoh sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan tambang emas terbesar dunia tersebut.
Selain saham, Freeport-McMoRan juga berkomitmen membangun fasilitas sosial di Papua. Rosan menyebut, perusahaan akan mendirikan dua rumah sakit dan dua universitas untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah tambang.





